Bank of Japan (BOJ) diharapkan memberikan sinyal kenaikan suku bunga lanjutan dalam pertemuan kebijakan pekan ini.
IDXChannel - Bank of Japan (BOJ) diharapkan memberikan sinyal kenaikan suku bunga lanjutan dalam pertemuan kebijakan pekan ini.
Diansir dari Reuters pada Selasa (20/1/2026), pelemahan nilai tukar mata uang yen dan kenaikan upah berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.
BOJ menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam 30 tahun sebesar 0,75 persen pada Desember. Bank sentral itu diperkirakan mempertahankan suku bunga tersebut pada pertemuan kebijakan pekan ini.
Pasar akan mencermati konferensi pers seusai pertemuan untuk melihat arah kebijakan lanjutan. Namun, Gubernur BOJ Kazuo Ueda kemungkinan hanya akan memberikan sedikit petunjuk tentang seberapa cepat bank sentral dapat melanjutkan kenaikan suku bunga, sebuah keputusan yang diperumit oleh kenaikan imbal hasil obligasi dan pengumuman Perdana Menteri Sanae Takaichi pada untuk mengadakan pemilihan umum pada Februari.
"Sejauh ini, BOJ mempertahankan sikap negatif terhadap kenaikan suku bunga berturut-turut, karena kekhawatiran akan dampaknya terhadap sistem keuangan Jepang dan tekanan dari pemerintahan Takaichi," kata Kepala Ekonom Jepang Ayako Fujita di JPMorgan Securities.
"Apakah depresiasi yen baru-baru ini akan memicu perubahan sikap adalah poin penting yang perlu diperhatikan," ujarnya.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun telah melonjak ke level tertingggi dalam 27 tahun di kisaran 2,30 persen, sementara yen melemah sekitar 8,0 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak Takaichi menjabat pada Oktober lalu.
Sumber-sumber yang mengetahui pembahasan internal BOJ menyebutkan bahwa sebagian pembuat kebijakan melihat peluang kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan pasar, dengan April mulai dipertimbangkan sebagai opsi yang realistis.
Namun, survei Reuters memperkirakan BOJ baru akan kembali menaikkan suku bunga pada Juli, dengan lebih dari 75 persen responden memperkirakan suku bunga mencapai 1,0 persen atau lebih pada September.
Dalam laporan prospek triwulanan yang akan dirilis Jumat, BOJ diperkirakan akan merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2026 dari 0,7 persen, serta sedikit menaikkan perkiraan inflasi inti, seiring stabilnya kenaikan upah dan meningkatnya harga barang. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)




