Alissa Wahid Bicara Tantangan Jemaah Haji Lansia, Petugas Harus Beri Rasa Aman

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Haji ramah perempuan dan lansia, menjadi salah satu fokus Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam menggelar ibadah haji 2026. Namun, ibadah haji bagi lansia penuh tantangan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid, bahwa haji adalah ibadah fisik, butuh penyesuaian bagi jemaah-jemaah lansia.

"Karena tantangannya orang Indonesia ke Saudi, kalau lansia itu tantangan fisiknya saja, demografinya sudah sangat menantang. Sehingga ukuran-ukuran mampu itu perlu untuk terus dikaji," kata Alissa di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Selasa (20/1).

Menurut Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023-2024 ini, harus ada kebijakan-kebijakan yang memudahkan jemaah lansia dalam beribadah

"Kebijakan-kebijakan yang memudahkan para jemaah haji itu sendiri, terutama jemaah haji lansia. Misalnya, kalau dari pengalaman misalnya, pada saat puncak ibadah haji, harusnya ketika ada kondisi-kondisi tertentu jemaah harus segera dibawa kembali ke hotel," ucapnya.

"Karena dia memang tidak bisa beradaptasi dengan kondisi Mina misalnya, di hotel sama siapa? misalnya hal-hal seperti itu ya. Mekanisme-mekanisme itu juga perlu untuk dipikirkan dengan baik, dimitigasi gitu," sambungnya.

Alissa menjelaskan, tantangan bagi jemaah lansia selain masalah fisik biasanya mereka baru pertama kali ke Arab Saudi. Lalu, pertama kali naik pesawat dan bertemu dengan bahasa asing.

Selain itu, tantangan lainnya yakni pertama kali di lingkungan asing dan baru pertama kali berada di lingkungan yang banyak orang asingnya. Hal tersebut harus diantisipasi oleh petugas.

Selain itu, dengan banyaknya jumlah jemaah lansia, pemerintah harus menyesuaikan layanan terhadap mereka.

Adapun total jemaah haji reguler tahun 2026 mencapai 191.419 orang. Berdasarkan Keputusan Menhaj Nomor 6 Tahun 2025 tentang Kuota Haji Reguler, setidaknya ada 10.166 jemaah prioritas lanjut usia.

"Karena itu ramah lansia artinya semua mekanismenya dibuat untuk kebutuhan para lansia. Misalnya jumlah pendampingnya, lalu mekanisme apakah mereka berangkat dengan keluarga yang memang akan mendampingi mereka," ucapnya.

"Karena salah satu tantangannya misalnya ketika lansia ini sudah ada di Tanah Suci, lalu kemudian mereka punya kebutuhan khusus, misalnya kamar mandinya, mengatur dirinya, lalu jemaah haji yang lainnya merasa 'jadi kami yang ngurus', nah itu hal-hal yang harus dipikirkan," sambungnya.

Di samping itu, Alissa juga mengapresiasi Kemenhaj yang sudah menambah jumlah petugas bagi perempuan menjadi 30 persen dari total petugas. Menurutnya ini merupakan upaya pemerintah menghadirkan layanan yang terbaik bagi perempuan dan lansia.

Dia berharap Petugas bisa benar-benar melayani jemaah lansia dan perempuan sehingga ibadah mereka di tanah suci bisa maksimal.

"Para petugas haji adalah sumber rasa aman, sumber rasa nyaman bagi para jemaah haji, terutama jemaah haji lansia dan perempuan," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alissa Wahid Ingatkan Petugas Haji 2026 Layani Lansia Sepenuh Hati dan Ramah Perempuan
• 7 jam laludisway.id
thumb
Foto: Stasiun Harmoni MRT Lin Utara-Selatan Siap Dibangun
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Resmi Gabung Persis Solo, Yabes Roni Berambisi Selamatkan Laskar Sambernyawa dari Degradasi
• 2 jam lalubola.com
thumb
LIRA Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ini Alasannya
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Rincian Harta Kekayaan Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK Rp31,5 Miliar, Tak Punya Utang
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.