BEI Pelototi Pergerakan 6 Saham Emiten, Ada Apa?

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya aktivitas perdagangan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) pada sejumlah saham, salah satunya PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE). Pengumuman ini disampaikan sebagai bentuk perlindungan terhadap investor di tengah lonjakan harga saham yang dinilai terlalu tajam. 

“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga pada saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.

Pergerakan saham BLUE memang tergolong agresif. Dalam sepekan, harga sahamnya melesat 54,97%, sementara dalam satu bulan tercatat naik hingga 82,76%. Setelah rilis UMA, saham BLUE masih melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (20/1) dengan kenaikan 4,43% ke level Rp5.300.

Baca Juga: Beredar Isu Pengendali SIDO Mau Divestasi Saham USD1 Miliar, Ini Kata Manajemen

Selain BLUE, BEI juga mencermati beberapa saham lain yang menunjukkan lonjakan signifikan dalam waktu singkat. Saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) tercatat naik 151,43% dalam sepekan dan kembali menguat 3,12% ke Rp264.

Kemudian, saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) melesat 103,33% dalam sepekan dan pada perdagangan terbaru masih naik 11,93% ke Rp122.

Saham PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) juga mencatat kenaikan 32,03% dalam sepekan dan 57,94% dalam sebulan, dengan penguatan lanjutan 6,29% ke Rp169. Sementara itu, PT Inter Delta Tbk (INTD) naik 42,50% dalam sepekan dan 55,45% dalam sebulan, lalu kembali menguat 1,76% ke Rp342.

Berbeda arah, saham PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) sempat naik 63,64% dalam sepekan, namun pada perdagangan terkini justru terkoreksi -12,20% ke Rp216.

Yulianto menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran aturan di pasar modal. “Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ujar Yulianto.

Baca Juga: Beredar Isu Pengendali SIDO Mau Divestasi Saham USD1 Miliar, Ini Kata Manajemen

Seiring dengan kondisi tersebut, investor diimbau untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi. Investor diminta memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa serta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya. 

"Mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," tutup Yulianto. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Tuan Rumah FIFA Series 2026, Tampilkan Timnas Bulgaria, Kepulauan Salomon, dan St.Kitts Nevis Selain Skuad Garuda
• 23 jam lalumerahputih.com
thumb
Sumur SLW-C4X Beroperasi, Produksi Minyak Pertamina EP Papua Field Tembus 2.020 Bph
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Kisah di Balik Buaya “Lisa” Dekat SMAN 5 Depok: Hiburan Kala Jam Makan Siang
• 5 jam lalukompas.com
thumb
815 Orang Mengungsi Akibat Banjir di Bekasi, Logistik Disalurkan
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Gennaro Gattuso Ingin Panggil Marco Verratti ke Timnas Italia
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.