Gubernur Sherly Imbau Warga Malut Waspada Banjir dan Longsor

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Sofifi: Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengimbau warga mewaspadai cuaca ekstrem saat berlayar dan beraktivitas. Imbauan ini menindaklanjuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG dan segera laporkan kepada pemerintah setempat apabila terjadi kondisi darurat," ujar Sherly Tjoanda seperti dilansir Antara, Selasa, 20 Januari 2026.

Gubernur mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi. Imbauan tersebut didasarkan pada peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate.

Lembaga itu memprakirakan potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Maluku Utara. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga 25 Januari 2026. Potensi risiko yang muncul adalah banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
 

Baca Juga :

Bibit Siklon Tropis Muncul Lagi, BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia Selatan


Gubernur Sherly menegaskan, cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan dampak serius. Dampak terutama di wilayah dataran rendah dan daerah perbukitan yang rawan longsor. Masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan tidak mengabaikan peringatan yang disampaikan oleh pihak berwenang.

Selain kepada masyarakat, Gubernur juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Meliputi BPBD provinsi dan kabupaten/kota, camat, lurah, hingga kepala desa. Langkah tersebut meliputi pemantauan wilayah secara intensif, kesiapan personel dan peralatan, serta memastikan adanya respons cepat apabila terjadi bencana.

"Kesiapsiagaan semua pihak sangat penting. Pemerintah daerah di tingkat bawah harus aktif memantau kondisi di lapangan dan siap melakukan langkah-langkah penanganan cepat untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi," tegas Sherly Tjoanda.


Ilustrasi Metrotvnews.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menhan Pimpin Rapim Kemhan–TNI 2026, Bahas Arah Kebijakan dan Strategi Pertahanan
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Indonesia Diminta Perhatikan Risiko Terkait Mandat Pasukan Perdamaian ke Gaza
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ronaldo dkk Putus Tren Negatif, Al Nassr Ada di Posisi ke Berapa dalam Klasemen Liga Profesional Saudi 2025/2026?
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Lolos ke Babak Utama Indonesia Masters 2026, Ginting Sudah Siapkan Hati Bermain dari Kualifikasi
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Keluar dari RS, Jaja Miharja Konsumsi hingga 16 Butir Obat Sekali Minum
• 18 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.