REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengaku sudah mempersiapkan hati saat bermain melalui babak kualifikasi pada Indonesia Masters 2026. Alhasil, Ginting bisa tampil baik dan akhirnya memastikan lolos ke babak utama turnamen BWF Super 500 ini.
Cedera cukup panjang yang diderita Ginting sepanjang 2025 membuat peringkat peraih medali perunggu Olimpiade 2020 Tokyo ini menurun drastis ke peringkat 76 dunia. Akibatnya, ia harus bermain dari babak kualifikasi Indonesia Masters yang berlangsung di Istora Senayan. Selasa (20/1/2026).
- Indonesia Masters 2026 Resmi Dimulai, 17 Wakil Merah Putih Tampil di Istora Hari Ini
- Jonatan Christie dan Sejumlah Unggulan Absen dari Indonesia Masters 2026
- Indonesia Masters 2026: Tiket Mulai Rp40 Ribu dan Deretan Pemain Dunia
Dalam pertandingan menghadapi wakil Thailand Kantaphon Wangcharoen, Ginting menang dua gim langsung 21-12, 21-17 dalam waktu 37 menit. Ini kemenangan ketujuhnya dari sepuluh pertemuan dengan pemain Thailand tersebut.
"Hari ini saya bermain dengan hati yang bersyukur, jadi sudah siap main melalui kualifikasi. Bersyukur juga bisa tampil lagi di Istora. Sempat waiting list akhirnya bisa bermain di level Super 500 BWF," ujar Ginting selepas laga.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Bermain lagi di Istora, Ginting mengaku agak tegang sebelum masuk lapangan. "Tadi bilang ke isteri, agak tegang juga, tapi setelah masuk lapangan dan dapat dukungan penonton biasa lagi. Tak ada bedanya main di kualifikasi, cuma memang harus main lebih awal."
Ginting mengaku memang harus memulai dari awal lagi di tahun 2026 ini. Setelah tahun 2025 melalui jalan yang tak mulus. "Saya harus siap memulai dari awal lagi. Tapi semua tetap disyukuri."
Mengenai hasil pertandingan, Ginting mengaku sudah saling mengenal tipe permainan lawannya. "Kebetulan saja hari ini saya bermain lebih baik. Kita sudah saling mengenal karakter permainan lawan."
Tentang mundurnya sejumlah pemain unggulan di Indonesia Masters ini, Ginting mengatakan hanya ingin fokus ke diri sendiri. "Dari drawing banyak yang mundur, tetapi penggantinya juga bagus-bagus, tak terlalu pikirkan lawan siapa, fokus diri sendiri saja."
Dukungan penonton Istora yang cukup ramai walau masih babak kualifikasi Ginting mengaku kaget. "Biasanya kualifikasi sepi penonton, karena pemain yang tampil bukan unggulan tadi kaget juga penonton cukup ramai sejak babak kualifikasi. Harga tiket yang bersahabat juga membuat Istora ramai."
Pada babak utama 32 besar yang berlangsung besok, Ginting akan menantang pemain Belgia Julien Carraggi yang di babak penyisihan mengalahkan wakil China Hu Zhe An 21-14, 21-17.
Tunggal putra Indonesia yang lolos ke babak utama adalah Muhammad Yusuf yang mengalahkan sesama pemain Indonesia, Yohanes Saut Marcelino dengan skor 21-14, 21-18.
Sayang satu wakil tunggal putra Indonesia lainnya di babak kualifikasi Prahdiaka Bagas Shujiwo gagal melaju ke babak utama. Walau sempat unggul, namun Bagas harus menyerah dua gim 18-21, 19-21 dari wakil China Taipei Wang Po Wei.
Dengan lolosnya dua pemain tunggal putra Indonesia dari babak kualifikasi. Di babak utama besok ada empat wakil Indonesia yang akan bermain yakni Alwi Farhan, Zaki Ubaidillah, Muhammad Yusuf dan Anthony Sinisuka Ginting.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F09%2F29%2F347b1d3b55cd370d18b2ec933c939896-20250929TOK32.jpg)
