Thomas Djiwandono Digadang Jadi Deputi Gubernur BI, Bakal Hadapi Sederet Tantangan Moneter

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Thomas Djiwandono menjadi salah satu kandidat Deputi Gubernur BI yang kini kosong. Jika terpilih, dia bakal menghadapi sejumlah tantangan moneter.

Thomas Djiwandono Digadang Jadi Deputi Gubernur BI, Bakal Hadapi Sederet Tantangan Moneter. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Thomas Djiwandono menjadi salah satu kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kini kosong. Jika terpilih, dia bakal menghadapi sejumlah pekerjaan besar terkait isu moneter.

Pengamat perbankan dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menekankan tantangan Deputi Gubernur BI ke depan yaitu menjaga stabilitas atau bahkan menurunkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan nata uang asing lainnya.

Baca Juga:
Purbaya Jamin Tukar Jabatan Thomas Djiwandono dan Juda Agung Tak Cederai Independensi BI

Itu lantaran mata uang rupiah cukup terdepresiasi dibanding dolar AS, Ringgit Malaysia, dolar Singapura maupun Australia.

"Di sisi lain adalah bagaimana menjaga agar inflasi tetap rendah dan mendorong inklusi keuangan sampai ke pelosok daerah," ujar Trioksa saat dihubungi IDX Channel, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga:
Ini Tiga Nama Calon Deputi Gubernur BI Usulan Prabowo, Termasuk Thomas Djiwandono

Dia mengingatkan pentingnya analisis, respons cepat, dan koordinasi dengan lembaga lain. Hal ini tak terlepas dalam upaya menyikapi kondisi ketidakpastian politik global yang semakin tinggi.

"Banyak yang dapat dilakukan oleh bank sentral seperti intervensi pasar langsung dengan menyuplai dolar di pasar spot maupun forward, kewajiban eksportir untuk menaruh dolar di bank dalam negeri, menawarkan return yang menarik untuk surat berharga dalam dolar di dalam negeri dan lainnya," ucap Trioksa.

Baca Juga:
Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Diyakini Bisa Perkuat Stabilitas Moneter

Dia mengatakan kapabilitas Deputi Gubernur BI yang baru harus bisa mengimbangi kerja-kerja moneter, meski yang bersangkutan sebelumnya berkutat di lingkup fiskal.

"Secara kapabilitas nanti akan berkembang sendiri dan dalam mengambil keputusan juga dirumuskan dalam tim serta akan dibantu dengan tim ahli," kata dia.

Menurut Trioksa, seberapa jitu intervensi moneter dari Deputi Gubernur BI yang baru berkelindan dengan bagaimana sang deputi itu memahami situasi moneter secara makro.

"Selanjutnya tergantung bagaimana mengelola informasi dan cepat dalam mengambil keputusan sehingga tercipta stabilitas moneter yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Deputi Gubernur BI Juda Agung mengundurkan diri dari jabatannya. Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengusulkan tiga nama kepada DPR RI untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI yang kosong. 

Salah satu nama yang diusulkan yaitu Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono. “Ada beberapa nama dan yang salah satu nama diusulkan memang Pak Wamenkeu, Pak Tommy (Thomas),” kata Pras.

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalur Udara Buntu! Tim SAR Gabungan Pilih Cara Paling Berisiko Evakuasi Korban ATR 42-500
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Kepala Kepolisian Iran Ultimatum Perusuh untuk Menyerah dalam 3 Hari!
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pramono: Soal Superflu Alhamdulilah Sampai Hari ini Belum Ada yang Kena, Mudah-Mudahan Enggak
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ugal-ugalan di Jalan Protokol, Sopir Bus Trans Jatim Ditindak Satlantas Polres Gresik
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Sinopsis Film Esok Tanpa Ibu, Drama Sci-Fi Tentang Peran Ibu yang Digantikan AI
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.