Jalur Udara Buntu! Tim SAR Gabungan Pilih Cara Paling Berisiko Evakuasi Korban ATR 42-500

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Pangkep, VIVA – Cuaca ekstrem kembali menjadi ujian berat dalam operasi evakuasi kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Helikopter tak bisa menembus kabut tebal dan angin kencang, hingga memaksa Tim SAR Gabungan menempuh jalur paling berisiko, yaitu menuruni lereng pegunungan dengan teknik mountaineering.

Baca Juga :
Tim DVI Periksa DNA 8 Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Belum Terima Jenazah
Korban Bertambah, Seorang Perempuan Ngaku Rugi Rp1 M Terkait Dugaan Penipuan Trading Kripto Seret Nama Timothy Ronald

Dua jenazah korban kecelakaan pesawat tersebut telah ditemukan. Namun, evakuasi harus dilakukan melalui jalur darat dari medan pegunungan yang terjal, berhutan rapat, dan sulit dijangkau, menuju Posko Utama.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa dua jenazah yang ditemukan masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Jenazah pertama ditemukan pada Minggu, 18 Januari, sedangkan jenazah kedua ditemukan pada Senin, 19 Januari 2026. Informasi tersebut diterima Mabes TNI AD dari laporan prajurit TNI Angkatan Darat yang terlibat langsung dalam operasi SAR di wilayah Pangkep.

”Di tengah medan pegunungan yang terjal, vegetasi hutan rapat, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah, prajurit TNI AD bersama Tim SAR Gabungan tetap bergerak secara terukur dan penuh kehati-hatian. Operasi difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” kata Donny, Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut Donny, pilihan evakuasi melalui jalur darat tak terelakkan. Evakuasi udara sama sekali tidak memungkinkan dilakukan akibat kondisi cuaca yang terus memburuk. Teknik mountaineering pun menjadi solusi paling realistis untuk membawa jenazah korban keluar dari lokasi jatuhnya pesawat.

Metode tersebut dipilih karena angin kencang dan kabut tebal masih menyelimuti kawasan Gunung Bulusaraung, sehingga menjadi kendala utama bagi pergerakan helikopter di udara.

”Meski dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi, seluruh unsur tetap melanjutkan operasi secara disiplin dan terkoordinasi. TNI AD memastikan operasi evakuasi akan terus dilaksanakan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi, sesuai prosedur dan perkembangan situasi di lapangan,” ucapnya.

Basarnas selaku pemegang komando dalam Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 turut menegaskan bahwa kondisi geografis dan cuaca di lokasi kejadian tidak memungkinkan dilakukannya evakuasi melalui jalur udara.

Baca Juga :
Satu Orang Tewas Imbas Banjir di Jakarta Timur
Keluarga Pilot Pesawat ATR dan 3 Pegawai KKP Datangi Posko Ante Mortem Polda Sulsel
Viral Mayat Mengambang Saat Banjir Bekasi, BPBD Ungkap Fakta Sebenarnya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penampakan Barang-Barang Korban Pesawat ATR yang Ditemukan Tim SAR
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pihak Kelurahan Diperiksa Polda Jatim dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hasil Indonesia Masters 2026: Anthony Ginting ke Babak Utama, Prahdiska Bagas Dihentikan Wakil Taiwan
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Child Grooming Mengintai dari Layar Gawai Anak, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Orang Tua
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Polisi Kerap Tertibkan Matel di Jakbar, tapi Muncul Lagi Saat Petugas Pergi
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.