Mumi Cheetah Ditemukan di Gua Arab Saudi, Ungkap Jejak Populasi Kuno

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sekelompok ilmuwan menemukan sisa-sisa cheetah yang termumifikasi secara alami di gua-gua wilayah Arab Saudi bagian utara, dekat kota Arar. Penemuan ini tercatat di jurnal Communications Earth and Environment yang tayang pada Kamis (15/1).

Ada tujuh mumi cheetah serta tulang dari 54 individu lain yang ditemukan. Usia mumi berkisar antara sekitar 130 tahun hingga lebih dari 1.800 tahun.

Mumifikasi terjadi ketika proses pembusukan terhambat. Kondisi ini paling dikenal lewat mumi Mesir, tapi dapat muncul secara alami di lingkungan tertentu seperti es gletser, pasir gurun, atau rawa.

Dalam kasus mumi cheetah di gua Arab Saudi, para peneliti menduga kondisi gua yang sangat kering dan suhu yang stabil berperan besar dalam mengawetkan tubuh hewan. Bentuk mumi menunjukkan mata yang keruh dan anggota tubuh yang mengerut, menyerupai bangkai yang mengering.

"Ini adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," kata Joan Madurell-Malapeira, peneliti dari University of Florence yang tidak terlibat dalam penelitian, mengutip AP.

Para peneliti belum dapat memastikan alasan banyaknya cheetah berada di dalam gua.

Salah satu kemungkinan adalah lokasi tersebut berfungsi sebagai tempat berlindung, tempat induk melahirkan dan membesarkan anaknya. Faktor lain yang mendukung mumifikasi adalah tidak adanya gangguan pemakan bangkai seperti burung pemulung atau hyena.

Penemuan mamalia besar yang terawetkan sedemikian utuh tergolong langka. Sebelumnya, sisa-sisa kucing besar yang termumifikasi hanya pernah ditemukan dalam jumlah sangat terbatas, seperti anak kucing bertaring pedang di Rusia.

Penulis studi dari National Center for Wildlife Arab Saudi, Ahmed Boug, menyatakan bukti keberadaan cheetah kuno yang begitu lengkap di kawasan ini belum pernah tercatat sebelumnya.

Menariknya, untuk pertama kalinya pada kucing besar yang termumifikasi secara alami, para ilmuwan berhasil menganalisis materi genetiknya. Hasilnya menunjukkan kemiripan paling dekat dengan citah modern dari Asia dan Afrika barat laut, membuka peluang baru bagi upaya konservasi dan rencana reintroduksi cheetah ke wilayah yang telah lama mereka tinggalkan.

Secara historis, cheetah pernah menjelajah sebagian besar Afrika dan Asia. Kini, spesies ini hanya menempati sekitar 9 persen dari wilayah sebaran alaminya dan tidak lagi terlihat di Semenanjung Arab selama beberapa dekade.

Hilangnya habitat, perburuan tanpa pengawasan, dan berkurangnya mangsa menjadi faktor utama penyusutan populasi tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Operasi Senyap KPK Tangkap Dua Kepala Daerah dalam Satu Hari: Wali Kota Madiun dan Bupati Pati
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Ungkap OTT Bupati Pati Sudewo Terkait Pengisian Jabatan
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Presiden Prancis Balik Ancam Trump soal Greenland
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Viral di TikTok, Juru Parkir Non Resmi di Jalan Tunjungan Diserahkan ke Polisi
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Deretan Bintang Dunia Turun Gunung, Indonesia Masters 2026 Siap Guncang Istora Senayan
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.