Viral Menu Kering MBG Disebut Jatah 2 Hari, Kepala SPPG Bekasi: Itu Salah Paham

suara.com
9 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Viral video menu kering MBG di Bekasi yang disebut jatah dua hari.
  • Pihak SPPG klarifikasi, menu itu untuk satu hari karena jadwal dimajukan.
  • Masalah diselesaikan lewat mediasi, wali murid sampaikan permohonan maaf.

Suara.com - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mustikasari 4, Kota Bekasi, Ageng Wicaksono, memberikan klarifikasi terkait video viral menu kering program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinarasikan sebagai jatah untuk dua hari. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah sebuah kesalahpahaman.

Video yang beredar di media sosial itu menampilkan menu berupa pisang, ubi ungu, dan kental manis, yang menuai kritik karena dinilai jauh dari standar gizi seimbang.

Kronologi Kesalahpahaman

Ageng menjelaskan, kesalahpahaman terjadi pada Kamis (15/1/2026), saat dua jenis menu—basah dan kering—dikirim secara bersamaan ke MI Nurul Anwar. Menu basah (spageti, tahu crispy, sayuran) untuk hari Kamis, sementara menu kering untuk hari Sabtu, karena pada hari Jumat tidak ada distribusi.

"Ada kesalahpahaman terkait menu saat itu. Paket hari Sabtu maju menjadi Kamis, sementara di hari Kamis kami masih memberikan menu basah," ujarnya, Senin (19/1/2026).

Menu kering yang seharusnya untuk satu hari konsumsi inilah yang kemudian diviralkan oleh wali murid dan disebut sebagai jatah untuk dua hari.

Mediasi dan Permohonan Maaf

Menindaklanjuti polemik tersebut, pihak SPPG telah melakukan mediasi dengan penanggung jawab (Person in Charge/PIC) di sekolah. PIC MI Nurul Anwar, Azizah, menyampaikan permohonan maaf atas nama wali murid yang mengunggah video tersebut.

"Kami memohon maaf kepada pihak SPPG. Tindakan dari wali murid kami yang me-posting video bernarasi menu keringan itu dua hari, padahal kenyataannya untuk satu hari," jelas Azizah.

Baca Juga: BGN Siap Pangkas Tengkulak, Janji Hubungkan Petani Langsung ke Dapur MBG

Ia menambahkan, para wali murid yang bersangkutan telah melakukan klarifikasi ulang di media sosial. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG juga telah memberikan menu pengganti tambahan.

Ageng memastikan situasi kini telah kondusif dan semua pihak sepakat untuk berdamai. Ke depan, SPPG akan memperkuat sosialisasi kepada orang tua murid agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, media sosial ramai menyoroti video menu MBG yang diterima peserta didik di Bekasi karena dinilai jauh dari standar kelayakan dan disebut sebagai jatah dua hari. Dalam video tersebut terlihat menu berupa satu buah pisang, setengah potongan ubi ungu, serta kental manis dalam kemasan plastik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rupiah Merosot, Investor Asing Net Buy Rp6,59 Triliun di Pasar Saham RI
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Kementerian Transmigrasi Siapkan Talenta Unggul Lewat Beasiswa Patriot
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo dan PM Keir Starmer akan Sepakati Kemitraan Strategis RI-Inggris
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Jaksa Agung Ungkap Kerugian Negara Akibat Korupsi Tembus Rp300,86 Triliun Sepanjang 2025
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Dukung Ekosistem Olahraga Berkuda RI, Indonesia Rising Star Award Apresiasi Atlet Berprestasi
• 16 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.