Kemendag Gandeng JETRO Buka Jalan Produk Indonesia Masuk Ritel Jepang

katadata.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Jepang menjajaki peluang kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Kerja sama tersebut memfasilitasi agar perusahaan ritel dan trading dari Jepang bisa menjual produk lokal dan impor, serta agar produk lokal Indoesia kualitas ekspor ke pasar luar negeri. 

Upaya itu dilakukan melalui kegiatan business matching yang mempertemukan produsen dan pemasok Indonesia dengan mitra usaha dari Jepang.

Direktur Jenderal Direktorat Promosi Ekspor Nasional Kementeriam Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan kegiatan business matching ini merupakan hasil kerja sama Kemendag dengan Japan External Trade Organization (JETRO).  Fajarini mengungkap kegiatan itu mempertemukan para supplier dan produsen nasional dengan retailer serta mitra bisnis dari Jepang.

“Ada empat perusahaan dari Jepang yang akan berpartner dengan produsen dan supplier Indonesia,” ujar Fajarini di kantornya, di Jakarta, Selasa (20/1).

Dua perusahaan tersebut di antaranya PT Nitori Trading Indonesia, serta PT Paltac Trading Indonesia, serta dua perusahaan lainnya belum diungkap. 

Ia menyatakan kegiatan ini dibidik untuk bisa menjadi program kerja sama jangka panjang. Sebab, Jepang merupakan mitra strategis Indonesia yang memiliki hubungan ekonomi kuat di tengah dinamika global yang terus berubah.

“Kita sudah melihat kerja sama yang kuat di sektor otomotif dan mesin. Ke depan, potensi besar juga ada di sektor lain seperti furnitur, home living, wellness, dan beauty,” kata Fajarini.

Dalam pertemuan bisnis alias business matching kali ini, produk yang dipromosikan berasal dari sektor furnitur, dekorasi rumah, kosmetik, dan beauty care. Sektor-sektor tersebut dipilih karena memiliki tingkat permintaan yang tinggi di pasar Jepang dan mayoritas pelakunya berasal dari UMKM dan usaha menengah di Indonesia.

Adapun produk serta mitra lokal yang termasuk dalam program kerja sama akan disesuaikan kualitas dan standarnya agar dapat diterima di pasar Jepang. Menurutnya, produk Indonesia yang masuk ke Jepang harus setara dengan produk impor lain, termasuk dari Jepang sendiri.

“Produk yang diekspor harus memenuhi standar dan selera pasar Jepang. Karena itu, business matching ini bukan hanya soal transaksi, tetapi juga penyelarasan standar agar produk kita bisa bersaing,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski saat ini pasar yang dibidik adalah Jepang, peluang pengembangan ke pasar global tetap terbuka. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat memperluas rantai pasok dan menjadikan produk Indonesia sebagai pemasok bagi pasar internasional.

“Bukan hanya berhenti di Jepang. Kalau kolaborasi ini berkembang lebih dalam, kita bisa memperbesar suplai dan menjadikan sektor-sektor ini sebagai supplier dunia,” kata Fajarini.

Presiden Direktur JETRO, Shinji Hirai, menjelaskan, pemerintah Indonesia memiliki tujuan untuk mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sektor manufaktur.

Sejalan dengan itu, peritel serta perusahaan perdagangan Jepang tengah mencari produk berkualitas tinggi untuk dipasarkan di toko mereka, sekaligus supplier yang dapat menyeimbangkan impor dari Jepang dengan produk yang bersumber dari dalam negeri Indonesia.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi referensi bagi supplier Indonesia dalam mengembangkan produk, sekaligus membantu mereka memahami kebutuhan perusahaan Jepang,” kata Hirai.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Groundbreaking Pintu Masuk Stasiun MRT Harmoni, Gubernur DKI Yakin Jadi Kawasan TOD Paling Ramai
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
OTT KPK: Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka, Minta Warga Tetap Tenang
• 2 jam laluidntimes.com
thumb
Menkeu Purbaya Kejar Penyelundup Beras Impor di Kepulauan Riau
• 16 jam lalumerahputih.com
thumb
Wali Kota Madiun Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT: Saya Tidak Pernah Lelah Membangun Kota Madiun
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Jorge Chavez Kalahkan Manuel Flores Lewat Keputusan Angka, Rebut Gelar WBA Continental USA
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.