JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi V DPR Lasarus meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi betul kecelakaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Lasarus menegaskan bahwa investigasi KNKT harus didasari data-data empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Lebih dalam nanti kita serahkan kepada KNKT untuk melihat, mendalami sesuai dengan kewenangannya. Kita bicara soal kecelakaan ini, kalau sudah investigasi ini tidak bisa mengarang, Pak," ujar Lasarus dalam rapat dengan pemerintah terkait evaluasi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
"Ini harus berdasarkan data-data teknis data data empiris yang bisa dipertanggungjawabkan sumbernya," imbuh dia.
Baca juga: Komisi V Terkejut Pesawat ATR Jatuh di Maros, Minta BMKG Jelaskan Cuaca Saat Kejadian
Lasarus menjelaskan, sejak awal, DPR sudah memiliki banyak sekali pertanyaan mengenai jatuhnya pesawat ATR tersebut.
Dia mengaku telah menghubungi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setelah mendapat informasi mengenai kondisi cuaca saat pesawat ATR terbang.
"Cuaca memang ada awan tebal di sekitar kejadian, kemudian ada obstacle di situ, gunung yang di mana tempat jatuhnya pesawat ini," ucap Lasarus.
Selanjutnya, Lasarus bercerita dirinya juga mendapat informasi bahwa pesawat ATR 42-500 itu mengalami kerusakan mesin beberapa waktu sebelumnya.
Baca juga: Memori Terakhir Warga dengan Ferry Sebelum Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Pecahan Lampu dan Jaga Anak
Dia pun menegaskan KNKT harus menginvestigasi kejadian ini secara menyeluruh.
"Ada beberapa informasi sudah kita kumpulkan dari kejadian. Namun kemudian tentu ini menjadi kewenangan dari KNKT, mohon ini nanti diinvestigasi secara menyeluruh, Pak, karena jatuhnya pesawat ini juga sampai menarik perhatian dunia luar," tutur Lasarus.
Sementara itu, Lasarus meminta agar ke depannya kejadian pesawat jatuh tidak terjadi lagi.
"Jadi kita serius kita menangani ini. Kalau boleh jangan lagi lah ada kejadian yang sama terjadi. Memang kalau kita melihat ya dari sisi teknis tentu bukan kewenangan kami untuk menyampaikan kenapa pesawat ini berbelok ke arah situ, sebenarnya bukan jalur nya itu, itu informasi awal yang kita terima, harusnya posisi nya tidak ke sana harusnya ya," imbuh di.
Pesawat ATR 42-500 jatuhPesawat turboprop ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat melintas di kawasan pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Pesawat itu tengah menjalankan penerbangan dari Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Putusnya komunikasi terjadi di wilayah dengan kontur pegunungan terjal dan akses terbatas.





