Penulis: Megy Lidya
TVRINews - Aljazair
Kebangkitan The Desert Foxes Menuju Panggung Dunia 2026
Timnas Aljazair tengah memasuki era baru yang menjanjikan dengan dipimpin oleh generasi muda yang siap bersinar di panggung sepak bola dunia. Kehadiran para pemain muda ini membawa optimisme besar jelang keikutsertaan mereka di Piala Dunia FIFA 2026.
Pendukung Aljazair masih menyimpan kenangan manis Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu, The Desert Foxes tampil impresif dan hampir menyingkirkan Jerman, yang kemudian keluar sebagai juara dunia, pada babak 16 besar. Penampilan tersebut menjadi tonggak penting sepak bola Aljazair dan menempatkan mereka sejajar dengan kekuatan besar dunia.
Namun, turnamen itu juga menandai puncak sebuah generasi. Seiring berjalannya waktu, Aljazair memasuki fase transisi yang menuntut pembaruan taktik dan regenerasi pemain, sembari menjaga warisan prestasi yang telah dibangun lebih dari satu dekade lalu.
Dua belas tahun berselang, Aljazair kini bangkit dengan skuad yang sarat talenta muda. Para pemain ini telah ditempa di lingkungan kompetisi yang ketat dan mulai menunjukkan pengaruh mereka di level domestik, kontinental, hingga internasional. Di Piala Dunia 2026, Aljazair akan menghadapi tantangan awal di Grup J, bersama Argentina, Austria, dan Yordania. Perbedaan gaya bermain di grup tersebut menuntut kesiapan fisik, mental, dan taktik sejak laga pertama.
Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Rayan Ait-Nouri. Bek kiri berusia 24 tahun itu dikenal sebagai full-back modern dengan disiplin taktik tinggi serta kemampuan menyerang yang menonjol. Performa konsistennya bersama Wolverhampton membuat Manchester City merekrutnya dengan nilai transfer sekitar 36 juta euro. Meski sempat terganggu cedera, Ait-Nouri kini mulai menemukan perannya dan telah mengoleksi 20 caps bersama tim nasional.
((Foto : Bek Timnas Aljazair Rayan Ait-Nouri (DOK : FIFA)))
Di sektor sayap, Adil Boulbina tampil mencuri perhatian. Pemain berusia 22 tahun ini bersinar bersama Al Duhail, termasuk mencetak hat-trick di Liga Champions Asia. Sebelumnya, ia menjadi top skor liga Aljazair sebelum hijrah ke Qatar. Debutnya bersama tim nasional di Piala Arab FIFA 2025 juga berlangsung impresif, dengan torehan tiga gol dan status top skor Aljazair di turnamen tersebut.
((Foto : Sayap Timnas Aljazair Adil Boulbina (DOK : FIFA)))
Sementara itu, Fares Chaibi menjadi sosok penting di lini tengah. Gelandang berusia 23 tahun ini berperan sebagai pengatur tempo permainan dengan fleksibilitas tinggi. Setelah berkembang di Toulouse, Chaibi kini menjadi bagian penting Eintracht Frankfurt dan telah mencatatkan lebih dari 20 penampilan bersama tim nasional Aljazair.
((Foto: Gelandang Timnas Aljazair Fares Chaibi (DOK : FIFA)))
Nama lain yang tak kalah krusial adalah Mohamed El Amine Amoura. Penyerang berusia 25 tahun ini menjadi ujung tombak Aljazair di kualifikasi Piala Dunia dengan koleksi 10 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak Afrika di fase tersebut. Dengan kecepatan, pergerakan cerdas, dan penyelesaian akhir yang tajam, Amoura kini menjadi salah satu senjata utama Aljazair, baik di level klub bersama Wolfsburg maupun tim nasional.
((Foto: Penyerang Timnas Aljazair Mohamed El Amine Amoura (DOK : FIFA)))
Melengkapi daftar pemain muda potensial adalah Amine Gouiri. Keputusan Gouiri membela Aljazair menjadi momen penting bagi tim nasional. Penyerang berusia 25 tahun itu telah mencetak enam gol dari 19 penampilan internasional. Performa apiknya bersama Rennes, sebelum hijrah ke Marseille, memperkuat perannya sebagai salah satu tumpuan lini serang Aljazair, meski sempat terkendala cedera.
((Foto: Penyerang Timnas Aljazair Amine Gouiri. (DOK : FIFA)))
Dengan kombinasi pemain muda bertalenta dan pengalaman yang terus bertambah, Aljazair berharap Piala Dunia 2026 menjadi awal dari perjalanan panjang menuju prestasi yang lebih besar di turnamen-turnamen internasional mendatang.
Editor: Redaksi TVRINews





