FAJAR, MAROS — Proses evakuasi korban pertama jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung akan difokuskan melalui jalur di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Selasa, 20, Januari 2026.
Kepala Desa Rompegading, Muhammad Arfah mengatakan pihaknya tengah bersiap untuk menjemput korban pesawat ATR 42-500.
Dia mengaku proses penjemputan akan dilakukan dengan menggunakan mobil.
“Ini sudah mau berangkat. Kami tim gabungan, ada juga dari Batalyon 433 dengan Koramil. Sudah berapa mobil ini mau berangkat” katanya.
Dia menyebut untuk titik penjemputannya ada di Kampung Baru.
“Jaraknya dari posko Kantor Camat kesana itu sekitar tujuh kilo. Jadi kita janjian ketemu di Kampung Baru,” katanya.
Selanjutnya kata dia, korban akan dibawa menggunakan pakai mobil.
“Jarak dari Kampung Baru, ke titik pusat kota kecamatan sekitar 5 kiloan dengan jarak dua jam kalau kita langsung jemput,” sebutnya.
Sekadar diketahui pesawat ATR 42-500 dinyatakan hilang kontak Sabtu, 17Januari 2026 lalu. Ada sepuluh orang di dalam pesawat, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang dari KKP. Hingga saat ini, tim SAR Gabungan sudah menemukan dua korban di hari berbeda. Masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. (rin)


