JAKARTA, KOMPAS.TV - Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana menilai kekhawatiran mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas potensi Perang Dunia Ketiga cukup beralasan.
Menurut Hikmahanto, Perang Dunia Ketiga berpotensi terjadi karena adanya manuver koboi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Ia menegaskan potensi Perang Dunia Ketiga meletus bukan karena konflik-konflik yang terjadi saat ini, melainkan karena ambisi dan tindakan agresif Trump sebagai penguasa AS.
Trump, kata dia, mengabaikan hukum internasional dan bertindak seolah menjadi raja. Bahkan, Trump secara terbuka mengabaikan hukum internasional dan menyusun kebijakan berdasarkan moralitas pribadi.
"Trump melakukan tindakan agresif ke berbagai negara. Dia tidak perlu hukum internasional, itu sudah disampaikan, tidak perlu sekutu untuk mendukung atau tidak mendukung, karena menurutnya semua itu didasarkan pada keputusan moralitasnya," kata Hikmahanto dalam laporan tim liputan KompasTV, Senin (19/1/2026).
"Trump bilang bahwa apa yang jadi ambisi dia akan dijalankan oleh aparat yang terkait di Amerika Serikat, termasuk para pembantunya di bidang pertahanan."
Baca Juga: Viral WNI Jadi Tentara AS, TB Hasanuddin: Gabung Angkatan Perang Negara Asing Langgar UU
Menurut Hikmahanto, untuk mencegah Perang Dunia Ketiga, Trump harus lengser dari kursi kepresidenan AS. Ia menyebut politik dalam negeri AS bisa menjadi kunci untuk menjatuhkan Trump.
Sebab, menurut Hikmahanto, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara lain tidak mampu menghentikan Trump.
"Apakah organisasi internasional, PBB, bisa menghentikan ambisi Trump? saya kira tidak. Negara lain juga tidak bisa," kata Hikmahanto.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- sby
- sby perang dunia ketig
- perang dunia ketiga
- hikmahanto juwana
- donald trump





