HARIAN FAJAR, JAKARTA – Era baru Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman akan segera menemui ujian perdananya. Beranikah Herdman menurunkan wajah baru?
Skuad Garuda resmi dijadwalkan akan berduel Bulgaria, tim berperingkat 87 Dunia.
Selain itu ada Kepulauan Solomon dan Saint Kitts & Nevis dalam turnamen FIFA Series 2026 yang akan dihelat di Jakarta pada Maret mendatang.
Ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi Herdman untuk menunjukkan magisnya.
Herdman diharapkan dapat mendongkrak performa serta peringkat FIFA Indonesia yang saat ini masih tertahan di posisi ke-122.
Kehadiran wakil Eropa (UEFA), Oseania (OFC), dan Amerika Utara (CONCACAF) ini memberikan warna baru bagi variasi lawan tanding Indonesia.
Dari daftar kontestan yang ada, Bulgaria menjadi lawan paling prestisius.
Tim yang pernah melahirkan legenda Manchester United, Dimitar Berbatov, tersebut berjarak 35 peringkat dari Indonesia (122).
Laga ini bakal menjadi tolok ukur sejauh mana perkembangan taktik yang diusung Herdman.
Sementara itu, dua lawan lainnya, Kepulauan Solomon (152) dan Saint Kitts & Nevis (154), berada jauh di bawah posisi Indonesia.
Di atas kertas, Garuda diprediksi mampu mendominasi pertandingan melawan dua negara tersebut.
Kesempatan Bereksperimen
Sebagai pelatih anyar, John Herdman membutuhkan “laboratorium” untuk menguji filosofi permainannya.
Menghadapi lawan seperti Saint Kitts & Nevis dan Kepulauan Solomon memberikan ruang bagi Herdman untuk bereksperimen.
Herman bisa menurunkan komposisi pemain baru atau skema menyerang tanpa risiko kekalahan besar yang bisa meruntuhkan mental tim.
Saat ini Indonesia masih terpaku di posisi 122, tepat di bawah Malaysia (1.145,89 poin).
Dengan menghadapi dua tim berperingkat lebih rendah, Indonesia memiliki peluang besar untuk mendulang poin penuh guna menggeser posisi rival bebuyutan mereka di tabel peringkat FIFA.
Sedangkan saat melawan Bulgaria adalah inti dari turnamen ini.
Herdman, yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, dikenal dengan organisasi pertahanan yang solid.
Menghadapi tim Eropa yang mengandalkan fisik dan disiplin posisi akan menguji apakah pemain Indonesia bisa menyerap instruksi taktikal Herdman dalam waktu singkat.
Turnamen ini kemungkinan besar akan menjadi ajang coba-coba. Herdman telah memberikan sinyal bahwa dirinya tidak ragu memanggil nama-nama baru.
FIFA Series menjadi momen krusial bagi para pemain lokal maupun diaspora untuk memikat hati sang pelatih sebelum memasuki kompetisi resmi yang lebih berat.
John Herdman memiliki tugas berat untuk membuktikan bahwa penunjukannya adalah langkah tepat menuju transformasi sepak bola Indonesia.
Dengan dukungan publik di Jakarta, Maret nanti akan menjadi awal dari perjalanan panjang magis pria asal Inggris tersebut. (*)
Ranking FIFA Peserta
- Bulgaria: 87
- Indonesia: 122
- Kepulauan Solomon: 152
- Saint Kitt & Nevis: 154




