Elon Musk Tuntut OpenAI dan Microsoft hingga Rp 2.200 Triliun, Klaim Dikhianati

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Elon Musk mengajukan tuntutan ganti rugi dengan nilai fantastis terhadap OpenAI dan Microsoft. Nilainya tak main-main, antara 79 miliar hingga 134 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp 1.300 triliun hingga Rp 2.275 triliun.

Laporan Bloomberg menyebut gugatan itu dilayangkan dengan tudingan OpenAI telah menipu Musk dengan meninggalkan misi awalnya sebagai organisasi nirlaba.

Angka kerugian tersebut dihitung oleh saksi ahli pihak Musk, C. Paul Wazzan, seorang ekonom keuangan yang berpengalaman dalam menghitung valuasi dan kerugian finansial. Dalam profil profesionalnya, Wazzan disebut telah hampir 100 kali memberikan kesaksian di bawah sumpah dan tampil di persidangan lebih dari belasan kali dalam perkara komersial kompleks.

Wazzan menilai Musk berhak atas porsi besar dari valuasi OpenAI saat ini yang mencapai sekitar 500 miliar dolar AS. Dasarnya adalah kontribusi awal Musk senilai 38 juta dolar AS ketika ikut mendirikan OpenAI pada 2015. Jika dihitung secara kasar, klaim ini setara 3.500 kali lipat dari investasi awal Musk.

Tak hanya uang, analisis Wazzan juga memasukkan kontribusi non-finansial Musk, mulai dari keahlian teknis hingga peran strategis bisnis yang ia berikan kepada tim awal OpenAI. Dari perhitungan tersebut, OpenAI dinilai telah memperoleh keuntungan yang tidak semestinya sebesar 65,5 miliar hingga 109,4 miliar dolar AS, sementara Microsoft yang kini menguasai sekitar 27 persen saham OpenAI, disebut meraup keuntungan antara 13,3 miliar hingga 25,1 miliar dolar AS.

Tim hukum Musk berargumen, sebagai investor awal sebuah startup, Musk semestinya mendapatkan keuntungan hasil berkali-kali lipat dari modal awal yang ia tanamkan. Namun, besarnya nilai tuntutan ini justru menegaskan bahwa pertarungan hukum tersebut bukan semata soal uang.

Pasalnya, kekayaan pribadi Musk saat ini diperkirakan mencapai sekitar 700 miliar dolar AS (setara Rp 12.000 triliun/kurs Rp 16.981), menjadikannya orang terkaya di dunia dengan jarak yang sangat jauh dari pesaing terdekatnya.

Reuters mencatat harta Musk bahkan melampaui kekayaan Larry Page, pendiri Google yang berada di posisi kedua, hingga sekitar 500 miliar dolar AS menurut daftar miliarder Forbes.

Pada November lalu, pemegang saham Tesla juga menyetujui paket kompensasi senilai 1 triliun dolar AS untuk Musk yang disebut sebagai paket bayaran korporasi terbesar dalam sejarah. Dengan latar belakang tersebut, tambahan 134 miliar dolar AS dari OpenAI akan tampak relatif kecil bagi Musk.

OpenAI dilaporkan telah mengirimkan surat kepada para investor dan mitra bisnisnya pada Kamis (15/1) lalu. Dalam surat itu, perusahaan memperingatkan bahwa Musk kemungkinan akan melontarkan klaim-klaim yang sengaja dibuat dan menarik perhatian menjelang persidangan yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Adapun perkara ini akan disidangkan di Oakland, California, AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polres Aceh Barat Salurkan Bantuan Sumur Bor untuk Korban Banjir Bandang di Blang Cot Mameh
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Tempe Busuk: Rahasia Kejujuran di Balik Sepincuk Tumpang
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG Beberkan Kondisi Awan Saat Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Maros: Ada Awan Cumulonimbus
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Janice Tjen Kejutkan Australian Open 2026, Petenis Indonesia Singkirkan Pemain Unggulan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Sudah Mundur dari Keanggotaan Partai
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.