PT MRT Jakarta menargetkan peningkatan jumlah penumpang pada jalur Lebak Bulus–Bundaran HI sepanjang 2026. Target tersebut seiring dengan upaya peningkatan layanan serta kelanjutan pembangunan MRT fase 2 menuju kawasan utara Jakarta.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menyebut, sepanjang 2025 MRT Jakarta telah melayani 46,5 juta pelanggan. Rata-rata jumlah penumpang harian tercatat lebih dari 127.000 orang per hari. Pada 2026, MRT Jakarta menargetkan peningkatan signifikan jumlah pengguna hingga 50 juta pelanggan dalam satu tahun.
"Di tahun ini, tahun 2026, kami bertekad untuk meningkatkan dari sebelumnya 127 menjadi 137 pelanggan per hari atau mendekati angka 50 juta pelanggan per tahun," kata Tuhiyat dalam groundbreaking entrance Stasiun MRT Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).
Baca juga : Rute MRT Jakarta 2023, Syarat Naik dan Cara Membeli Tiket
Tuhiyat menjelaskan, target tersebut tidak terlepas dari mandat yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada MRT Jakarta, salah satunya melanjutkan pembangunan MRT fase 2 yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan Kota Tua.
Ia memaparkan progres pembangunan MRT fase 2A hingga 2025, khususnya untuk paket kontrak CP 202 yang telah mencapai 61 persen. “Progres tahun 2025 untuk khususnya CP 202, itu 61 persen, sementara Stasiun Harmoni sendiri 56 persen," ujar dia.
Menurut Tuhiyat, kawasan Harmoni akan dikembangkan sebagai pintu masuk utama MRT yang terintegrasi dengan moda transportasi lain. Pengembangan tersebut mencakup pembangunan entrance, cooling tower, dan ventilation tower di area Duta Merlin.
Baca juga : Pemprov DKI Targetkan Penumpang Angkutan Umum Capai 4 Juta di 2025
"Target operasi kami targetkan lanjut 2029 dari Harmoni sampai dengan Kota, sementara tahun 2027 lanjut dari Bundaran HI sampai Stasiun Monas," ungkap Tuhiyat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter, dan lebar 18 meter dengan kedalaman 17 meter.
"Jumlah entrance (pintu masuk) ada tujuh. Sebelah barat dua, sebelah timur dua, dan di tengah terintegrasi dengan halte Transjakarta yang kami juga siapkan, itu ada tiga, terintegrasi," ucap Tuhiyat.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kawasan Harmoni akan menjadi simpul transportasi penting karena terintegrasi dengan MRT dan Transjakarta. Ia menyebut, jalur MRT hingga Monas ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2027.
"Saya yakin bahwa Harmoni ini akan menjadi TOD yang pasti rame sekali, stasiun yang rame sekali karena itu tadi menjadi pusat bisnis dan sekaligus menjadi tempat mobilisasi orang yang bekerja di kantor-kantor pemerintah," ujar Pramono.
"Saya meyakini Kalau di tahun 2029 TOD Harmoni ini sudah jadi, maka ini akan menjadi TOD yang sangat strategis karena apa yang pertama kantor-kantor pemerintahan banyak yang di sekitar ini," tambahnya. (Far/P-3)





