jpnn.com - JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut Thomas Djiwandono sudah mundur sebagai kader Partai Gerindra, sebelum ditetapkan sebagai kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Sejak awal, itu sudah terpenuhi mengenai surat pengunduran diri, mengenai posisi-posisi yang ada pada keanggotaan di partai, itu sudah tidak berjalan," kata Misbakhun menjawab awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).
BACA JUGA: Juda Agung Mundur dari Deputi Gubernur, BI Usulkan Nama Pengganti ke Presiden
DPR RI pada Jumat (23/1) dan Senin (26/1) bakal menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap tiga kandidat Deputi Gubernur BI.
Tiga nama muncul sebagai kandidat, yakni Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.
BACA JUGA: Deputi Gubernur BI Bidik QRIS Dapat Digunakan di Negara-Negara Asia
Misbakhun menyatakan semua prasyarat menjadi Deputi Gubernur BI sudah diselesaikan kandidat sebelum menjalani uji dan kepatutan.
"Apa yang menjadi prasyarat-prasyarat itu sudah terpenuhi," ujarnya.
BACA JUGA: Pasar Merespons Positif Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Wamenkeu
Menurut Misbakhun, nama Thomas Djiwandono masuk menjadi kandidat Deputi Gubernur BI setelah diusulkan Gubernur BI Perry Warjiyo.
Nama Thomas yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto itu muncul setelah Juda Agung menyatakan mundur dari Deputi Gubernur BI.
"Pengusulan nama Pak Thomas itu adalah sebagai respon Gubernur Bank Indonesia atas surat pengunduran diri Pak Juda Agung," ujar legislator Dapil II Jawa Timur itu.
Thomas Djiwandono saat ini menjabat sebagai Wamenkeu.
Sementara itu, Dicky Kartikoyono yang lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) menjabat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.
Solikin M. Juhro yang lulusan Universitas Indonesia, menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI. (ast/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Aristo Setiawan




