Liputan6.com, Jakarta - Selama bertahun-tahun, perekonomian di China telah mengejutkan bagi kalangan yang pesimistis. Sementara para skeptis secara berkala mencermati setiap tantangan baru atau guncangan eksternal yang terjadi sebagai peanda kemunduran yang tak terelakan.
Namun, fakta-fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan sendiri bahwa meskipun tidak kebal terhadap tekanan, tetapi perekonomian China telah membuktikan jauh lebih tangguh dibandingkan perkiraan dari banyak pihak.
Advertisement
Data resmi yang terbaru memperkuat pada penilaian tersebut, meskipun penghadapi guncangan eksternal dan juga tantangan domesti, perekonomian China tumbuh lima persen pada tahun 2025, serta lanju yang memenuhi target tepat ditetapkan dan tetap tergolong kuat menurut standar global. Dilansir dari Antara, Selasa (20/1/2026).
Tinjauan yang lebih mendalam pada data tersebut mengungkapkan ketangguhan perekonomian China, dengan momentum yang solid pada bidang manufaktur peralatan dan teknologi tinggi. Ekspansi yang terjadi sengan stabil pada bidang jasa modern, dan berlanjutnya optimalisasi struktur perdagangan.
Terutama China, yang berhasil meraih pencapaian tersebut di tengah lingkungan perdagangan yang sangat fluktuatif, koreksi struktural pada sektor properti, dan juga ketidakseimbangan domestik yang masih berlangsung antara penawaran dan permintaan.
Pilar-pilar yang menopang pertumbuhan China selama beberapa dekade terakhir tetap kokoh, di pasar domestik dengan 1,4 miliar konsumen terus menjadi sebuah jangkar konsumsi, sementara rantai pasokan China yang ekstensif dan fleksibel memastikan kontinuitas manufaktur.
Kendaraan energi baru (new energy vehicle), fotovoltaik, robotika, kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI menggerakkan transisi dari ekspansi yang didorong oleh kuantitas menjadi pertumbuhan yang diarahkan oleh kualitas.



