Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar kegiatan Pengkajian Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H bersama Ustaz Das’ad Latif. Bertajuk “Isra Mikraj Momentum Pembentukan Karakter Unggul”, kegiatan ini menjadi wadah penanaman nilai spiritual, keteladanan, dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa peristiwa Isra Mikraj memiliki makna penting dalam membangun ketangguhan spiritual dan karakter manusia.
“Isra Mikraj menunjukkan bagaimana kekuatan spiritual melalui salat menjadi bekal utama menghadapi tantangan hidup,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Januari 2026.
Abdul Mu’ti menambahkan, pelaksanaan salat yang ikhlas membentuk kepribadian dan karakter anak didik.
“Pendidikan nasional tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Perintahkan anak-anakmu sholat dan bersabarlah dalam mendidik mereka,” tegasnya.
Selain tausiyah, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan beasiswa pendidikan kepada 30 putra-putri pegawai Kemendikdasmen melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas. Beasiswa diberikan mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi, sebagai upaya mendukung keberlanjutan pendidikan sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial. Kegiatan ini juga disertai laporan penyaluran bantuan kemanusiaan berupa school kit bagi korban bencana alam di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Das’ad Latif menekankan pentingnya keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Ia menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak hanya mengutamakan kecerdasan akademik, tetapi juga akhlak dan adab.
“Puncak dari semua ilmu dalam Islam adalah adab. Isra Mikraj mengajarkan karakter dermawan, jujur, dan kepedulian sosial, sekaligus memperingatkan bahaya sifat bakhil, menyebar hoaks, dan kebencian,”ungkap Ustaz Das’ad.
Ia menambahkan, penguatan karakter peserta didik lebih efektif melalui teladan nyata dari guru dan orang tua dibanding sekadar nasihat. Oleh karena itu, peran pendidik dan orang tua sangat penting dalam menanamkan nilai spiritual, akhlak, dan kepedulian sosial di sekolah maupun rumah.
Kegiatan ini menjadi momentum Kemendikdasmen dalam mengintegrasikan nilai spiritual, keteladanan, dan kepedulian sosial ke dalam praktik pendidikan. Melalui tausiyah, penyaluran beasiswa, dan bantuan kemanusiaan, Kemendikdasmen berharap dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik sebagai generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan unggul.
Editor: Redaktur TVRINews




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478178/original/034980000_1768894184-Bekasi.jpeg)
