DEPOK (Realita) - Kemunculan buaya di aliran kali belakang SMAN 5 Depok, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, kembali memicu kekhawatiran warga dan pihak sekolah.
Keberadaan satwa liar tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama karena lokasi sungai berada tepat di tepi lingkungan pendidikan.
Baca juga: Buaya Raksasa Sepanjang 7 Meter, Ditangkap Warga di Riau
Lurah Bedahan, Sukron Mamun, menyatakan pihak kelurahan telah mengambil langkah antisipatif dengan berkoordinasi bersama instansi terkait serta pihak sekolah untuk meminimalkan risiko yang ditimbulkan.
“Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita. Saya sudah berkoordinasi dengan pihak SMAN 5 Depok terkait penanganan kemunculan buaya yang kerap terlihat di kali ini,” ujar Sukron kepada wartawan usai meninjau lokasi, Selasa (20/1/2026).
Sukron mengungkapkan bahwa kemunculan buaya di aliran kali tersebut bukanlah kejadian baru.
Namun hingga saat ini, penanganan menyeluruh masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
“Kejadian ini sebenarnya sudah cukup lama terjadi. Namun tetap menjadi PR yang harus diselesaikan,” katanya.
Sebagai langkah awal, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok untuk melakukan pemantauan dan upaya pengamanan di lokasi.
“Untuk sementara kita sudah menghubungi Damkar. Namun memang masih ada kendala, karena buayanya tidak selalu terlihat, terkadang muncul dan terkadang tidak,” jelasnya.
Ia juga berharap adanya dukungan dari pihak-pihak yang memiliki keahlian khusus dalam penanganan satwa liar.
“Saya berharap dengan adanya berita-berita yang muncul di media sosial, para pencinta reptil atau pawang buaya bisa turut membantu kita untuk menyelesaikan persoalan ini,” ucapnya.
Kekhawatiran utama, lanjut Sukron, adalah kemungkinan buaya tersebut masuk ke area permukiman warga ataupun lingkungan sekolah yang berada tidak jauh dari aliran kali.
“Karena kita ada kekhawatiran juga, khawatirnya nanti buaya ini mungkin masuk ke wilayah pemukiman warga atau sekolah,” tegasnya.
Menurut Sukron, berdasarkan pemantauan sementara, terdapat dua ekor buaya yang kerap terlihat di aliran kali tersebut.
“Yang sering terlihat itu ada dua ekor. Satu ukurannya cukup besar, sementara satu lagi masih berukuran kecil,” ungkapnya.
Terkait asal-usul buaya, Sukron memastikan tidak ada penangkaran buaya di wilayah Kelurahan Bedahan.
“Di wilayah Bedahan tidak ada penangkaran buaya. Jadi kecil kemungkinan buaya ini lepas dari penangkaran,” jelasnya.
Ia menduga kemunculan buaya dipicu oleh arus sungai yang deras, terutama saat wilayah tersebut terdampak banjir.
“SMAN 5 Depok ini memang beberapa kali terdampak banjir. Arus kali di sini cukup deras, sehingga besar kemungkinan buaya tersebut terbawa arus,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kelurahan telah mengimbau SMAN 5 Depok untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengamanan lingkungan sekolah.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Mereka juga akan berkomunikasi dengan dinas-dinas terkait dan meningkatkan pengamanan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Sukron menilai kondisi tembok pembatas sekolah relatif aman, namun kewaspadaan tetap harus dikedepankan.
“Dari pengamatan saya, tembok pembatas sekolah cukup aman sehingga buaya untuk naik ke area sekolah itu cukup riskan. Tapi, kekhawatiran itu perlu,” tambahnya.
Ia juga meminta agar pihak sekolah menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh siswa dan siswi agar lebih berhati-hati.
“Makanya tadi saya juga mengimbau kepada pihak sekolah untuk menyampaikan kepada siswa-siswinya agar tetap berhati-hati dengan keberadaan buaya ini,” paparnya.
Sebelumnya, pada Senin (19/1/2026), buaya tersebut kembali terlihat muncul di permukaan sungai.
Buaya tampak diam di atas lumpur di pinggiran kali sambil berjemur di bawah sinar matahari.
Momen tersebut terekam kamera ponsel seorang guru dan beredar luas di media sosial.
“Setelah sekian lama banjir, akhirnya Lisa muncul kembali berjemur,” ucap perekam video tersebut.
“Setelah sekian lama banjir, buayanya nggak muncul, hari ini karena ada panas, jadi dia muncul di permukaan karena ingin berjemur,” tambahnya.
Warga sekitar bahkan telah memberi nama “Lisa” kepada buaya tersebut karena kerap muncul dan hingga kini belum berhasil ditangkap. hry
Editor : Redaksi





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5367370/original/044878300_1759313524-1000221955.jpg)