Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menanggapi peristiwa viral di Dusun Uematopa, Kecamatan Ampana Tete, yakni jenazah dibawa menggunakan sepeda motor.
Jenazah tersebut bernama Wita Ladi, warga Dusun Uematopa yang meninggal dunia karena pendarahan usai melahirkan.
Kepala Dinkes Tojo Una-Una, Niko, memaparkan kronologi kejadian sekaligus upaya pelayanan kesehatan yang telah dilakukan sejak awal kehamilan almarhumah.
Menurut Niko, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut dilakukan secara rutin melalui kegiatan posyandu setiap bulan di Desa Paria. Pemantauan kesehatan terhadap Wita juga telah dilakukan sejak awal kehamilan, yakni pada usia kandungan sekitar 13-14 minggu.
Namun, hingga mendekati waktu persalinan, almarhumah yang tinggal jauh di area kebun tidak pernah datang ke bidan desa untuk pemeriksaan lanjutan.
“Bidan desa telah berupaya menghubungi pihak keluarga agar pasien dibawa ke permukiman warga yang lebih dekat dengan akses jalan, sehingga dapat diberikan pertolongan medis,” jelas Niko saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Saat kondisi almarhumah memburuk, bidan desa menempuh perjalanan sekitar empat jam menuju Dusun Uematopa. Selanjutnya, pasien dibawa ke puskesmas menggunakan mobil pribadi dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Saat tiba di puskesmas, kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran, menggigil, dan gelisah.
Di puskesmas, pasien langsung ditangani secara prioritas karena masuk kategori trias merah. Setelah mendapatkan penanganan awal dan sempat menunjukkan perbaikan, almarhumah kemudian dirujuk ke RSUD Ampana dengan pendampingan bidan desa.
Proses rujukan dilakukan menggunakan kendaraan lain karena ambulans puskesmas saat itu sedang membawa pasien gawat darurat lainnya ke RSUD Ampana.
“Karena sudah memasuki sore hari, pihak keluarga akhirnya berinisiatif membawa jenazah menggunakan sepeda motor yang dirakit,” ujar Niko.




