Moskow (ANTARA) - Kementerian Pertahanan Jerman menegaskan bahwa penyelesaian misi yang melibatkan 13 personel Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman) di Greenland berjalan sesuai rencana dan tidak dilakukan secara “tergesa-gesa,” sebagaimana sebelumnya diberitakan sejumlah media.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman, Mitko Mueller, Senin (19/1) mengatakan bahwa laporan yang menyebut para prajurit menerima perintah mendadak dari Berlin untuk meninggalkan Greenland tidak sesuai dengan fakta.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi laporan harian Jerman Bild pada Minggu, yang mengeklaim pasukan Bundeswehr diperintahkan pulang secara tiba-tiba pada Minggu pagi.
“Dalam pemberitaan pers, saya menjumpai istilah seperti ‘diam-diam’ atau ‘tergesa-gesa’. Misi pengintaian tersebut diselesaikan sesuai rencana pada akhir pekan. Tim juga kembali sesuai jadwal,” kata Mueller kepada wartawan dalam suatu pengarahan kabinet.
Ia menambahkan, misi tersebut bahkan berlangsung satu hari lebih lama dari rencana awal. Namun, karena kondisi cuaca, salah satu titik yang semula dijadwalkan untuk dikunjungi tidak dapat didatangi.
Pekan lalu, sekelompok 13 personel Bundeswehr diterbangkan ke Greenland untuk mengikuti misi pengintaian di pulau tersebut. Sejumlah mitra Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Eropa lainnya juga mengirimkan personel militernya ke wilayah itu.
Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa pulau tersebut seharusnya menjadi bagian dari AS.
Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak berupaya mengambil alih pulau itu, seraya menegaskan harapan agar kedaulatan wilayah mereka dihormati.
Sumber: Sputnik/RIA-Novosti-OANA
Baca juga: Tak dapat Nobel Perdamaian pangkal Trump ingin caplok Greenland
Baca juga: NATO hentikan berbagi informasi intelijen dengan AS, imbas Greenland
Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman, Mitko Mueller, Senin (19/1) mengatakan bahwa laporan yang menyebut para prajurit menerima perintah mendadak dari Berlin untuk meninggalkan Greenland tidak sesuai dengan fakta.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi laporan harian Jerman Bild pada Minggu, yang mengeklaim pasukan Bundeswehr diperintahkan pulang secara tiba-tiba pada Minggu pagi.
“Dalam pemberitaan pers, saya menjumpai istilah seperti ‘diam-diam’ atau ‘tergesa-gesa’. Misi pengintaian tersebut diselesaikan sesuai rencana pada akhir pekan. Tim juga kembali sesuai jadwal,” kata Mueller kepada wartawan dalam suatu pengarahan kabinet.
Ia menambahkan, misi tersebut bahkan berlangsung satu hari lebih lama dari rencana awal. Namun, karena kondisi cuaca, salah satu titik yang semula dijadwalkan untuk dikunjungi tidak dapat didatangi.
Pekan lalu, sekelompok 13 personel Bundeswehr diterbangkan ke Greenland untuk mengikuti misi pengintaian di pulau tersebut. Sejumlah mitra Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Eropa lainnya juga mengirimkan personel militernya ke wilayah itu.
Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa pulau tersebut seharusnya menjadi bagian dari AS.
Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak berupaya mengambil alih pulau itu, seraya menegaskan harapan agar kedaulatan wilayah mereka dihormati.
Sumber: Sputnik/RIA-Novosti-OANA
Baca juga: Tak dapat Nobel Perdamaian pangkal Trump ingin caplok Greenland
Baca juga: NATO hentikan berbagi informasi intelijen dengan AS, imbas Greenland





