Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imipas) berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,7 miliar dari berbagai kantor imigrasi yang ada di Indonesia. Dana tersebut bakal diperuntukan sebagai penyedia fasilitas air bersih yang ada di daerah bencana.
"Terkumpul Rp 1,7 miliar lebih, ini dari kawan-kawan Imipas di berbagai wilayah di Indonesia. Nantinya untuk keperluan penyediasn air bersih, mulai dari kebutuhan, alat sampai tersedia air bersih itu untuk warga yang membutuhkan," ujar Menteri Imipas Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto, Selasa (20/1/2026).
Advertisement
Dia mengumpamakan, untuk penyediaan pompa untuk air bersih misalnya, satu alat misal seharga Rp 25 juta hingga Rp 30 juta, dengan terkumpul Rp 1,7 miliar lebih, maka bisa dilakukan di beberapa wilayah pasca-bencana.
"Jadi, bukan hanya di Aceh, Sumut saja. Tapi wilayah-wilayah lain yang membutuhkan pasca bencana," ucap Agus. Menteri Agus mengaku, pihaknya memilih memfokuskan rangkaian kegiatan hari bakti imigrasi pada aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Hal ini, kata dia, dilakukan dengan mengalihkan sebagian anggaran seremonial menjadi program bantuan kemanusiaan, khususnya bagi daerah-daerah terdampak bencana.
Terkait hari bakti imigrasi, Agus menekankan untuk menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan sebab Imigrasi telah menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara serta berperan aktif dalam pembangunan dan kegiatan kemanusiaan.
"Peringatan HBI tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat luas," jelas Agus.
Sementara itu, Direktur Kerjasama Keimigrasian Arief Munandar mengatakan rangkaian peringatan hari amal bakti telah dilakukan dibeberapa lokasi dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat sekitar, termasuk hari ini berupa sembako dan donor darah yang juga dilakukan Imigrasi Bandara Soekarno - Hatta.



