Kawasan Industri Tumbuh 58% dalam Lima Tahun, Serap Investasi Rp 6.744 Triliun

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah mencatat pertumbuhan signifikan kawasan industri nasional dalam lima tahun terakhir. Hingga saat ini, jumlah kawasan industri meningkat 58,3% dengan total investasi yang terserap mencapai Rp6.744 triliun. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kinerja sektor manufaktur hingga kini masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, hingga saat ini tercatat sebanyak 175 kawasan industri telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dengan total luas mencapai 98.235 hektare. Tingkat okupansi kawasan industri berada di angka 58,19%.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah kawasan industri bertambah 57 kawasan. “Di dalam kawasan tersebut, hampir 12.000 perusahaan industri beroperasi, menyerap jutaan tenaga kerja, dan menarik investasi hingga Rp6.744 triliun,” kata Agus dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (20/1). 

Perusahaan yang mengisi kawasan industri di Tanah Air secara total tercatat 11.970 pelaku usaha. 

Secara makro, kawasan industri memberikan kontribusi sebesar 9,44% terhadap PDB nasional pada 2025, dengan andil 0,57% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini menegaskan kembali peran strategis kawasan industri sebagai pilar utama pembangunan industri dan perekonomian Indonesia.

“Capaian ini juga menjelaskan peran strategis dari kawasan industri sebagai pemerintah utama pembangunan industri dan perekonomian nasional,” ujarnya. 

Sementara itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) hingga Desember 2025 masih berada di level ekspansi dengan angka 51,90. Meski pertumbuhannya melambat pada Desember, Agus menilai kondisi industri nasional tetap sehat.

“Angka di atas 50 berarti industri masih tumbuh. Jadi meskipun melambat, kondisinya masih baik,” ujarnya.

Namun, Agus mengakui penguatan industri nasional ke depan masih menghadapi berbagai tantangan. Industri dalam negeri masih bergantung pada bahan baku impor, kemampuan tenaga kerja belum merata, dan keterbatasan lahan membuat sebagian kawasan industri belum optimal menarik investasi.

“Kondisi ini tentu berdampak langsung pada efisiensi dan kegiatan industri di dalam negeri,” kata Agus.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai arah utama pembangunan industri.

Strategi ini mencakup perlindungan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, peningkatan investasi bernilai tambah, pengurangan ketergantungan impor, penguatan teknologi dan kualitas sumber daya manusia, penyederhanaan regulasi, pengembangan industri halal sebagai sumber pertumbuhan baru, serta penguatan keterkaitan antara industri hulu dan hilir.




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Ranking FIFA Januari 2026: Timnas Indonesia di Bawah Malaysia
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Jadwal Super League 2025/26 Pekan ke-18: PSIM vs Persebaya Jadi Sorotan
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
5 Jembatan di Probolinggo Putus Akibat Banjir
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo Lewat OTT, Gelar Pemeriksaan di Kudus
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemendag Gandeng JETRO Buka Jalan Produk Indonesia Masuk Ritel Jepang
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.