Kemlu Diminta Aktif Lakukan Diplomasi Mencegah Eskalasi Perang Global

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, secara realistis Indonesia memang tidak dapat mencegah perang dunia sendirian, terlebih konflik berskala global.

Namun demikian, TB Hasanuddin menilai, Indonesia tetap memiliki ruang dan peran strategis untuk melakukan upaya signifikan, khususnya melalui jalur diplomasi dan perdamaian internasional.

BACA JUGA: SBY Ungkap Potensi Perang Dunia, Legislator Singgung Peran Menlu Bicara Isu Perdamaian

Hal ini dia katakan menanggapi pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut kemungkinan terjadinya Perang Dunia ke-3.

“Indonesia memiliki posisi moral dan politik yang kuat sebagai negara nonblok dan pengusung perdamaian dunia. Peran ini harus terus dioptimalkan,” ujar TB Hasanuddin, Selasa (20/1).

BACA JUGA: Serangan AS ke Iran Dinilai Bisa Memicu Perang Dunia Ketiga

Dia mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk mengaktifkan secara maksimal seluruh jajaran diplomatik Indonesia di berbagai forum internasional.

Menurutnya, para diplomat Indonesia, khususnya yang bertugas di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perlu lebih aktif membangun dan mewarnai suasana kebatinan perdamaian, serta mendorong dialog dan deeskalasi konflik global.

Selain itu, TB Hasanuddin juga menekankan pentingnya peran perwakilan diplomatik Indonesia di berbagai negara untuk melakukan pendekatan serupa, menyesuaikan dengan konteks dan dinamika politik di negara tempat mereka bertugas.

Tidak hanya melalui jalur resmi negara, TB Hasanuddin menilai organisasi masyarakat sipil dan LSM perdamaian juga perlu dihidupkan kembali dan dilibatkan secara aktif. Ia mencontohkan gerakan seperti Gong Perdamaian yang selama ini membawa pesan simbolik dan moral tentang pentingnya persatuan dan perdamaian dunia.

“Upaya perdamaian tidak cukup hanya melalui pemerintah. Partisipasi masyarakat sipil dan gerakan perdamaian juga harus diperkuat,” katanya.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin menekankan bahwa diplomasi parlemen juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas global.

Menurutnya, parlemen Indonesia dapat menjalin komunikasi dan kerja sama dengan parlemen negara lain guna mendorong dialog, membangun kepercayaan, dan memperkuat komitmen bersama terhadap perdamaian dunia.

“Diplomasi antar parlemen adalah jalur penting yang sering luput diperhatikan, padahal potensinya besar untuk meredam ketegangan antarnegara,” tegasnya.

TB Hasanuddin berharap seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, parlemen, diplomat, maupun masyarakat sipil, dapat bersinergi dalam memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan perdamaian dunia, di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik global saat ini.

Diketahui Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan kepada semua pihak, baik pihak dalam negeri maupun luar negeri, bahwa tanda-tanda terjadinya Perang Dunia Ketiga sudah bermunculan.

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit," kata SBY dalam sebuah cuitan di akun X-nya @SBYudhoyono, Senin (19/1).(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KDM Tangguhkan Izin Usaha di Kawasan Gunung Ciremai
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Izin PT Toba Pulp Lestari Dicabut Imbas Bencana Sumatra
• 15 menit lalurctiplus.com
thumb
Pevita Pearce Kaget dan Ketakutan, Bunyi Token Listrik Disangka Bom akan Meledak
• 1 jam laluintipseleb.com
thumb
Kepala Daerah Diminta Presisi-Akurat Sampaikan Data Kebutuhan Pascabencana
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
100 UMK Didorong Naik Kelas Lewat UMK Academy, Pertamina Kucurkan Hibah Rp900 Juta
• 45 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.