Jakarta, VIVA – Menjelang pergantian bulan, pertanyaan seputar waktu pelaksanaan ibadah puasa kembali ramai diperbincangkan. Tidak sedikit masyarakat yang mulai mencari kepastian terkait jadwal Ramadhan, terutama untuk menyusun agenda ibadah.
Pencarian informasi ini semakin meningkat seiring mendekatnya akhir bulan Sya’ban, yang menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadhan sudah semakin dekat.
- pixabay
Berdasarkan kalender hari ini, Selasa, 20 Januari 2026, umat Muslim di Indonesia mulai menghitung mundur menuju datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Jika dihitung dari tanggal tersebut, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan tinggal sekitar 29 hingga 30 hari lagi.
Perhitungan ini merujuk pada estimasi kalender Hijriah yang selama ini digunakan sebagai acuan awal. Ramadhan sendiri memang selalu bergeser lebih cepat setiap tahunnya, yakni sekitar 10 hingga 11 hari lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya.
Pergeseran ini terjadi karena kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan sebagai dasar perhitungan waktu. Di Indonesia, penentuan awal Ramadhan umumnya mengacu pada dua rujukan utama, yakni organisasi Islam dan keputusan resmi pemerintah.
Berikut perkiraan awal Ramadhan 1447 H berdasarkan kedua rujukan tersebut:
1. Muhammadiyah
Perkiraan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang selama ini konsisten digunakan oleh Muhammadiyah.
2. Pemerintah (Kementerian Agama)
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama memperkirakan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia (estimasi). Kepastian tanggal ini nantinya akan ditentukan melalui sidang isbat yang digelar menjelang awal Ramadhan.
Perbedaan satu hari tersebut merupakan hal yang lazim dan kerap terjadi setiap tahun, tergantung metode penetapan yang digunakan.
Mengingat waktu menuju Ramadhan hanya tinggal sekitar satu bulan, ada beberapa hal penting yang sebaiknya mulai dipersiapkan sejak sekarang.
Pertama, menyelesaikan hutang puasa (qadha). Bulan Sya’ban menjadi kesempatan terakhir bagi umat Muslim untuk mengganti puasa Ramadhan tahun sebelumnya sebelum memasuki bulan puasa yang baru.
Lalu, melatih kondisi fisik. Melaksanakan puasa sunnah di bulan Sya’ban sangat dianjurkan agar tubuh terbiasa dengan pola makan dan aktivitas selama puasa Ramadhan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478653/original/098592100_1768908097-Banner_Infografis_OTT_H.jpg)