Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI meyakini program Desa Bersih Narkoba dalam Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai Dari Anak (ANANDA) menjadi fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang bersih narkoba dari desa.
Saat mendapatkan penghargaan kategori Program Kementerian/Lembaga Berbasis Desa atas program ANANDA di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Kamis (15/1), Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan komunitas terdepan di Indonesia merupakan desa.
"Kami berharap program ini dapat menyentuh masyarakat untuk bersama-sama kuat menjaga desa dari narkotika,” ujar Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Selain mendapatkan penghargaan, pada kesempatan tersebut Kepala BNN RI juga dipercaya untuk menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba kategori Pemuda Pelopor Desa, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi generasi muda dalam memajukan desa.
Dirinya menilai pemenang lomba pada kategori tersebut merupakan pemuda pelopor yang diharapkan dapat berkontribusi mengajak masyarakat desa untuk menjauhi narkoba.
Apalagi, sambung dia, saat ini narkoba sudah masuk ke berbagai desa, bahkan dalam bentuk cairan, makanan, dan lainnya.
Ia pun mengajak seluruh perwakilan pemuda desa untuk menjauhi narkoba, menguatkan peran pemuda, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak sebagai benteng utama dalam menjaga masa depan Indonesia.
BNN pun menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berdaya, aman, dan bebas narkoba pada acara yang juga merupakan Puncak Peringatan Hari Desa Nasional tersebut.
Puncak peringatan dengan mengangkat tema Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia itu digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo.
Puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 secara simbolis dilakukan dengan pelepasan burung merpati oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), para pimpinan kementerian/lembaga, dan kepala daerah sebagai simbol harapan, persatuan, dan masa depan desa yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah penghargaan diberikan kepada pelaku dan penggerak pembangunan desa.
Kepala BNN RI hadir bersama sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Desa dan PDT, Menteri Hukum, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta pimpinan tinggi negara lainnya.
Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun desa.
Baca juga: DKI diusulkan miliki lembaga rehabilitasi narkoba
Baca juga: Kepala BNN tekankan pencegahan narkoba dimulai dari anak lewat edukasi
Baca juga: BNN bongkar pabrik gelap narkoba jaringan global di apartemen Jaksel
Saat mendapatkan penghargaan kategori Program Kementerian/Lembaga Berbasis Desa atas program ANANDA di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Kamis (15/1), Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan komunitas terdepan di Indonesia merupakan desa.
"Kami berharap program ini dapat menyentuh masyarakat untuk bersama-sama kuat menjaga desa dari narkotika,” ujar Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Selain mendapatkan penghargaan, pada kesempatan tersebut Kepala BNN RI juga dipercaya untuk menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba kategori Pemuda Pelopor Desa, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi generasi muda dalam memajukan desa.
Dirinya menilai pemenang lomba pada kategori tersebut merupakan pemuda pelopor yang diharapkan dapat berkontribusi mengajak masyarakat desa untuk menjauhi narkoba.
Apalagi, sambung dia, saat ini narkoba sudah masuk ke berbagai desa, bahkan dalam bentuk cairan, makanan, dan lainnya.
Ia pun mengajak seluruh perwakilan pemuda desa untuk menjauhi narkoba, menguatkan peran pemuda, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak sebagai benteng utama dalam menjaga masa depan Indonesia.
BNN pun menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berdaya, aman, dan bebas narkoba pada acara yang juga merupakan Puncak Peringatan Hari Desa Nasional tersebut.
Puncak peringatan dengan mengangkat tema Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia itu digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo.
Puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 secara simbolis dilakukan dengan pelepasan burung merpati oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), para pimpinan kementerian/lembaga, dan kepala daerah sebagai simbol harapan, persatuan, dan masa depan desa yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah penghargaan diberikan kepada pelaku dan penggerak pembangunan desa.
Kepala BNN RI hadir bersama sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Desa dan PDT, Menteri Hukum, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta pimpinan tinggi negara lainnya.
Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun desa.
Baca juga: DKI diusulkan miliki lembaga rehabilitasi narkoba
Baca juga: Kepala BNN tekankan pencegahan narkoba dimulai dari anak lewat edukasi
Baca juga: BNN bongkar pabrik gelap narkoba jaringan global di apartemen Jaksel





/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F07%2F03%2F91857f1cb56e746de8ffec0e5be97bc3-FAK_5525.jpg)