Komisi Eropa: Pasukan Siap Amankan Arktik, Sanksi Tarif Trump adalah Kekeliruan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL -- Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, pasukan negara-negara Eropa Utara yang menjadi anggota Uni Eropa dan NATO siap beroperasi di kawasan Arktik. Dalam pidato pembukaan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Selasa (20/1/2026), von der Leyen mengatakan bahwa salah satu anggota NATO, yaitu Finlandia, menjadi pemasok kapal pemecah es ke Amerika Serikat (AS).

"Ini menunjukkan bahwa kami memiliki kemampuan di sini, di kawasan es. Ini menunjukkan bahwa negara-negara NATO di wilayah utara saat ini memiliki pasukan yang siap untuk Arktik," katanya.

Baca Juga
  • Hadiah Nobel yang Buat Trump Mau Caplok Greenland dan Tatanan Dunia yang Dirusak
  • Tolak Ditekan Trump dengan Tarif, Denmark: Greenland Bukan Barang Dagangan
  • Sebut Denmark Lemah, Trump Ungkap Alasan AS Harus Segera Caplok Greenland

Von der Leyen menegaskan bahwa keamanan Arktik hanya bisa diwujudkan melalui kerja sama. "Keamanan Arktik hanya dapat dicapai bersama-sama dan karena itu usulan tarif tambahan adalah kekeliruan, terutama di antara para sekutu yang telah lama menjalin hubungan," kata dia.

Pada Sabtu (17/1/2026), Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan 10 persen terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari. Tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen dan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan pembelian Greenland oleh AS.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark. Namun, Trump berkali-kali menyatakan bahwa pulau itu seharusnya menjadi bagian dari AS.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Madiun Jadi Tersangka Tindak Pidana Korupsi, Terima Suap Rp1,7 Miliar
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Adu Rekam Jejak Layvin Kurzawa vs Federico Barba: Nama Besar Eks PSG Bakal Jadi Bumerang untuk Persib?
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, 4 Kades di Sidoarjo Ditahan Kejaksaan
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Hari Ketiga Banjir Karawang, 17 Desa Masih Terendam Luapan Sungai Citarum
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Minta Pemerintah Batalkan Rencana PP Penempatan Polisi di Jabatan Sipil
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.