Bogor, tvOnenews.com - Basarnas mengungkap kondisi tempat terjebaknya sejumlah penambang di area pertambangan PT Antam UBPE Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Diketahui, insiden kemunculan asap di galian tambang tersebut terjadi pada Selasa (13/1/2026) lalu, sekitar waktu dini hari.
Penambang yang berhasil selamat mengungkapkan, diperkirakan masih ada beberapa orang yang terjebak di lokasi tersebut.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari menjelaskan pihaknya langsung melakukan asesmen di lokasi pertambangan melalui keterangan dari PT Antam.
"Berdasarkan hasil asesmen awal, diketahui bahwa area tambang tersebut merupakan lokasi yang telah ditutup oleh PT Antam. Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi risiko sebelum pelaksanaan operasi SAR," kata Desiana, dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Hasil asesmen itu menunjukkan bahwa lokasi penambangan memang dinilai tidak stabil.
Beberapa titik tercatat mengalami pelapukan. Selain itu, kandungan udara di lokasi tidak layak.
Peralatan khusus dibutuhkan seperti Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).
Selain itu, peralatan SAR untuk ruang terbatas dibutuhkan karena jalur penambangan yang sempit.
Berdasarkan pantauan Basarnas, terdapat titik yang memiliki diameter kurang lebih satu meter.
Tim SAR pun membagi kelompok pencarian menjadi dua, yakni fokus di lokasi kejadian serta tim siaga yang bertugas sebagai evakuasi dan medis.
Adapun berdasarkan informasi terakhir, masih ada tiga orang yang dicari keberadaannya.
Tiga orang itu yakni Akim, Aji, dan Adam. Ketiganya adalah arga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. (iwh)




