Gwyneth Paltrow Buka-Bukaan soal Pengalaman Sebenarnya Syuting Banyak Adegan Seks dengan Timothee Chalamet
Aktris Gwyneth Paltrow akhirnya angkat bicara tentang pengalaman sebenarnya saat menjalani banyak adegan intim bersama Timothee Chalamet dalam film Marty Supreme yang kini sudah tayang di bioskop.
Perbedaan usia yang cukup jauh sempat membuat situasi itu terasa canggung di awal, tetapi Paltrow menegaskan proses syutingnya justru berjalan lebih nyaman dari yang ia bayangkan.
Dalam sesi tanya jawab untuk mendukung perilisan Marty Supreme yang digelar di California, Paltrow menceritakan pengalamannya bekerja dengan Chalamet yang saat itu masih berusia akhir 20-an.
Ia mengakui sempat mempertanyakan bagaimana dinamika di lokasi syuting akan berjalan, mengingat dirinya sudah memasuki usia 50-an.
"Dia berumur 27 atau 28 tahun, dan saya berumur 50-an, dan, maksud saya, ini aneh," kata Paltrow kepada Demi Moore yang hadir dalam acara tersebut.
"Dan saya [berpikir], 'Oh, jika itu aneh bagi saya, maka itu mungkin akan sangat aneh bagi (dia),' tetapi sebenarnya, itu baik-baik saja. Itu tidak terlalu aneh," lanjutnya
Paltrow juga mengungkapkan bahwa film arahan Josh Safdie tersebut memang memuat banyak adegan seks, sesuatu yang sudah lama tidak ia lakukan dalam kariernya. Kekhawatiran itu, menurutnya, perlahan menghilang seiring berjalannya proses produksi.
"Ada banyak adegan seks... dan saya juga agak khawatir, karena sudah lama tidak melakukan hal-hal seperti itu, tetapi ternyata sangat nyaman, dan semuanya baik-baik saja," tambah Paltrow.
Marty Supreme sendiri mengisahkan tokoh Marty Mauser, yang diperankan Chalamet, seorang penjual sepatu di New York era 1950-an yang terobsesi menjadi pemain tenis meja terbaik di dunia.
Hubungan antara karakter Chalamet dan Paltrow menjadi salah satu elemen penting dalam alur cerita film tersebut.
Kebersamaan mereka sempat mencuri perhatian publik pada Oktober 2024, ketika Paltrow dan Chalamet tertangkap kamera sedang syuting adegan ciuman di Central Park.
Sejak saat itu, spekulasi tentang intensitas hubungan karakter mereka pun ramai diperbincangkan.
Di luar layar, Paltrow memberikan pujian tinggi untuk lawan mainnya tersebut. Ia menyebut Chalamet sebagai aktor yang profesional dan menyenangkan untuk diajak bekerja sama.
"Dia sangat mudah diajak bekerja sama," ujar Paltrow.
"Dia sangat brilian, berkomitmen, nyaman, dan percaya diri." sambungnya.
Meski merasa nyaman dengan adegan-adegan intim di film, Paltrow mengaku ada satu orang terdekat yang justru merasa sangat tidak nyaman: putra bungsunya, Moses.
"Ya Tuhan! Kasihan anakku. Bisakah anda bayangkan ketika dia datang ke pemutaran perdana di LA? Dia ingin mati," ceritanya.
Selain Paltrow dan Chalamet, Marty Supreme juga dibintangi Odessa A'zion, Kevin O'Leary, Tyler Okonma, Abel Ferrara, dan Fran Drescher.
Film ini menjadi salah satu rilisan A24 yang paling banyak dibicarakan, terutama karena keberanian cerita dan chemistry para pemainnya.



