London, VIVA – Konfrontasi yang kian memanas antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutu NATO terkait masa depan Greenland diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan para pemimpin dunia di Forum Ekonomi Dunia (WEF) pekan ini di Davos.
Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan posisinya pada Senin, dengan menyatakan bahwa kepemilikan Amerika Serikat atas pulau Arktik tersebut adalah sesuatu yang "sangat penting."
Trump menuding Denmark tidak mampu melindungi Greenland secara memadai dan akan membahasnya dengan para pemimpin dunia di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
"Lihat, kami harus memilikinya. Mereka harus menyelesaikan ini. Mereka tidak bisa melindunginya," kata Trump kepada wartawan, dengan merujuk pada pulau Arktik yang merupakan wilayah otonom Denmark.
Sambil memuji Denmark dan para pemimpinnya, Trump mengatakan, "bahwa Denmark adalah negara yang luar biasa dan saya tahu para pemimpinnya juga baik, tetapi mereka bahkan tidak pergi ke sana"
Trump menyebut pembahasan mengenai Greenland akan dilakukan dengan berbagai pemimpin yang menghadiri Forum Ekonomi Dunia, yang dimulai Senin di Davos. "Kami akan membicarakannya dengan berbagai pihak," ujarnya.
Ia menegaskan Greenland "sangat penting", dengan menyinggung kekhawatiran keamanan jangka panjang di kawasan tersebut. "NATO telah memperingatkan Denmark selama sekitar 20 tahun — bahkan lebih, 25 tahun," kata Trump, menyebut Rusia sebagai ancaman dan menambahkan bahwa China juga menjadi tantangan strategis di kawasan Arktik.
"Jadi, kita lihat saja nanti. Namun, bisa saya katakan, Davos akan sangat menarik," katanya.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan bahwa setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, ia sepakat untuk menggelar pertemuan multipihak di Davos, Swiss.
"Seperti yang saya sampaikan kepada semua orang, dengan sangat jelas, Greenland sangat penting untuk Keamanan Nasional dan Dunia. Tidak ada jalan untuk mundur -- Dalam hal itu, semua orang setuju!" tulis Trump.
Greenland merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Trump pertama kali melontarkan gagasan untuk mengakuisisi pulau yang kaya sumber daya mineral itu pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden. Namun, usulan tersebut berulang kali ditolak oleh para politisi di Denmark dan Greenland.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F20%2F7ab762e75fe4090b8648ff6903b89be8-20260120kum4.jpg)


