BEKASI, KOMPAS.TV - Tanggul penahan air Kali Citarum yang berada di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat jebol pada Selasa (20/01/2026) dini hari.
Warga yang tengah beristirahat panik dan histeris setelah mengetahui tanggul jebol dan air mulai memasuki pekarangan, sementara rumah yang berdekatan dengan tanggul terendam satu hingga satu setengah meter.
Di Karawang, Jawa Barat, banjir setinggi 1-2 meter juga masih menggenangi permukiman. Ribuan orang juga masih bertahan di pengungsian.
Banjir ini sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Masih ada 17 desa yang tergenang air yang tersebar di enam kecamatan, dengan daerah paling parah berada di Kecamatan Teluk Jambe Barat dan Timur.
Cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, namun rel kereta api jarak jauh di Pekalongan pun terganggu.
Hingga Selasa (20/01/2026) siang, perjalanan kereta di wilayah Daop 8 Surabaya masih terganggu, meski jalur di Pekalongan, Jawa Tengah sudah bisa dilalui.
Di ibu kota Jakarta, hujan deras akibat cuaca ekstrem juga mengakibatkan sejumlah jalan utama tergenang banjir hingga dua hari berturut-turut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan banjir yang terjadi di Jakarta pada Minggu (18/01/2026) hingga Senin (19/01/2026) pagi tak hanya dikarenakan cuaca ekstrem, melainkan juga karena adanya banjir rob.
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 1.200 pompa mobil, stasioner dan pompa dari PUPR agar mempercepat penurunan debit air di jalan dan permukiman.
BMKG juga menyebut potensi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah selatan Indonesia masih akan terjadi hingga pekan depan.
Baca Juga: BNPB Sebut 13.841 Jiwa Terdampak Banjir Karawang, 2.413 Orang Mengungsi
#banjir #jawa #bmkg
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- banjir
- banjir pulau jawa
- cuaca ekstrem
- banjir karawang
- banjir jakarta
- bmkg




