Prabowo Jajaki Kerja Sama dengan Kampus Ternama Inggris

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjajaki kerja sama dengan sejumlah kampus ternama yang tergabung dalam Russell Group dalam kunjungan kerjanya ke Inggris.

Menurut Prabowo, sejumlah kampus terkemuka di Inggris juga ada yang sudah menjalin kerja sama dengan kampus di Indonesia.

"Ya kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas, mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi," kata Prabowo di London, Inggris, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Prabowo Akan Kunjungan ke Inggris, Wamen Stella Ungkap Universitas Tujuannya

Lebih lanjut, Prabowo bertekad ingin agar pendidikan di Indonesia memiliki kualitas yang terbaik di dunia.

"Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia," tutur Prabowo.

Baca juga: Prabowo Bertemu PM Inggris, Bahas Kerja Sama Maritim hingga Pendidikan

Apa itu Russell Group?

Sebagai informasi, Russell Group dikenal sebagai penggerak utama riset nasional Inggris, berkontribusi signifikan dalam inovasi, pengembangan kebijakan publik, serta pendidikan tinggi bertaraf global.

Ada 24 kampus di Inggris yang masuk dalam kelompok ini, antara lain, University of Oxford, University of Cambridge, London School of Economics and Political Science, hingga Imperial College London.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengungkap akan menjajaki kerja sama dengan beberapa universitas yang tergabung Russell Group, dalam kunjungan kerja ke London.

“Ada agenda juga dari Bapak Presiden untuk menjajaki kerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di Inggris di bawah naungan Russell Group untuk adanya kerja sama,” ungkap Prasetyo di Istana, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, salah satu kerja sama yang dijajaki adalah kemungkinan universitas-universitas itu membuka kampus baru di Indonesia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hal tersebut dimaksudkan dalam rangka mengejar ketertinggalan, khususnya di sektor teknologi hingga kedokteran.

"Bilamana memungkinkan membuka kampus-kampus baru di Indonesia dalam rangka sebagaimana yang di dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan, untuk mengejar ketertinggalan kita di beberapa bidang; di antaranya tentu bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk bidang kedokteran,” kata dia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bupati Pati Sudewo dan Tim Suksesnya Diduga Peras Calon Perangkat Desa Hingga Rp 2,6 Miliar
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Pecah Kongsi! Rustam Effendi Kecewa Eggi Sudjana Sebut Jokowi Orang Baik Usai Kasus Dihentikan
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Sempat Tertekan di Set Penentuan, Naomi Osaka Bangkit Dramatis di Laga Pembuka Australian Open
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Update Evakuasi Pesawat ATR di Sulsel: Misi Modifikasi Cuaca Dimulai
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kepala Daerah Diminta Presisi-Akurat Sampaikan Data Kebutuhan Pascabencana
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.