REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan apresiasi terhadap kemitraan maritim yang dijalin antara Inggris dan Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di 10 Downing Street, London, pada Selasa (20/1) waktu setempat. Starmer menyebut bahwa kesepakatan ini penting dalam membuka banyak lapangan kerja di Inggris.
"Terima kasih atas kesepakatan maritim yang kami tandatangani, meskipun dilakukan secara virtual, pada KTT G20 lalu. Kesepakatan tersebut sangat penting bagi Inggris karena telah membuka banyak lapangan pekerjaan," ujar Starmer, sebagaimana disaksikan dalam tayangan video melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.
Kemitraan ini mencakup Maritime Partnership Programme (MPP), di mana kedua negara berkomitmen meningkatkan kemampuan maritim Indonesia. Ini termasuk peningkatan kapasitas angkatan laut dan pengadaan lebih dari 1.000 armada perikanan guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Program senilai 4 miliar Pound Sterling tersebut dipimpin oleh perusahaan pertahanan Inggris, Babcock, dan diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja baru di Inggris. Sementara itu, bagi Indonesia, kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang investasi baru di industri galangan kapal, membantu revitalisasi komunitas nelayan, serta memperkuat pertahanan dan keamanan maritim nasional.
Presiden Prabowo menyambut baik kemitraan ini dan menilai kerja sama tersebut sebagai elemen penting dalam pengembangan ekonomi maritim Indonesia. "Kami sangat puas dengan pelaksanaan kemitraan maritim ini. Saya rasa, ini akan menjadi bagian penting bagi perkembangan ekonomi maritim kami," ungkap Prabowo.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.