PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menyepakati Kemitraan Strategis Baru dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam pertemuan bilateral di 10 Downing Street, London, Selasa (20/1).
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara ke level yang lebih tinggi.
Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia menempatkan Inggris sebagai mitra yang sangat strategis, terutama dalam mendukung akselerasi ekonomi nasional melalui kekuatan teknologi dan sektor finansial yang dimiliki Inggris.
Baca juga : Prabowo Diprediksi Jadi Pemimpin Dunia Berpengaruh Versi The Straits Times, Begini Penjelasan Tim Media Presiden
"Kita memandang UK, Inggris, sebagai sesuatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan, finance yang sangat kuat. Mereka berminat untuk investasi di Indonesia," ujar Prabowo saat memberikan keterangan di Lancaster House usai pertemuan tersebut.
Melalui kemitraan ini, Presiden meyakini Indonesia akan memetik manfaat besar, khususnya dalam hal akses pembiayaan dan transfer teknologi.
"Jadi, saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak," ungkap Prabowo.
Baca juga : Prabowo Subianto Yakin Tarik Banyak Investasi dalam Lawatan ke Inggris
Empat Pilar KolaborasiKemitraan strategis ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang sebelumnya telah disepakati pada 2024. Sebagai fondasi hubungan ke depan, terdapat empat pilar utama yang menjadi fokus kerja sama:
- Pertumbuhan Ekonomi: Memperkuat arus investasi dan perdagangan bilateral.
- Iklim, Energi, dan Alam: Kerja sama berkelanjutan dalam transisi energi dan lingkungan.
- Pertahanan dan Keamanan: Peningkatan kapasitas pertahanan nasional.
- Pembangunan SDM: Kerja sama pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Melalui empat pilar ini, Indonesia dan Inggris berkomitmen membangun kemitraan yang inklusif serta memperkuat posisi kedua negara sebagai aktor kunci di kancah global.
Agenda Diplomasi di LondonSelain bertemu PM Starmer, Prabowo juga melakukan serangkaian pertemuan strategis lainnya. Presiden menemui delegasi pengusaha Indonesia-Inggris serta Wakil PM Inggris, David Lammy.
Didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan sejumlah menteri, Presiden juga berdiskusi dengan Russell Group—aliansi 24 universitas bergengsi di Inggris—untuk membahas potensi pengembangan pendidikan.
Menutup rangkaian kunjungannya, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III di London, Rabu (21/1) waktu setempat. (Ant/Z-1)



