Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, berkolaborasi Pemerintah Kota Yokohama, Jepang, untuk penguatan Proyek Kota Nol Karbon (Zero Carbon City Project) yang difokuskan pada sektor transportasi dan energi, dua kontributor utama emisi karbon di kawasan perkotaan.
Melalui lokakarya "Zero Carbon City Project with Focus on Transportation and Energy through City-to-City Collaboration between Makassar City and City of Yokohama", kedua kota tersebut berbagi pengalaman, teknologi, dan praktik terbaik, dalam merancang transformasi menuju kota rendah emisi.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Selasa, menyampaikan kolaborasi ini menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim dan dekarbonisasi perkotaan merupakan agenda global yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.
"Proyek ini dirancang sebagai program multi-tahun yang terstruktur dan berorientasi pada hasil nyata berupa penurunan emisi karbon yang terukur,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Makassar ingin adopsi program nol karbon Kota Maniwa Jepang
Munafri menjelaskan pada sektor transportasi, kerja sama akan mengkaji penerapan teknologi pengendalian lalu lintas secara real time maupun otonom untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta menekan emisi kendaraan bermotor.
Selain itu Pemkot Makassar mendorong pengembangan kendaraan listrik beserta infrastruktur pendukungnya, termasuk stasiun pengisian daya dan fasilitas sepeda listrik berbasis energi surya, khususnya di kawasan prioritas dekarbonisasi.
Sementara pada sektor energi, lanjutnya, proyek ini membuka peluang pengembangan energi terbarukan dan teknologi hemat energi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTSA) , pemanfaatan teknologi surya generasi baru, serta kajian pemanfaatan panas limbah industri.
Munafri menegaskan pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemkot Makassar untuk meningkatkan level energi bersih dan efisiensi energi, baik di sektor publik maupun swasta, sebagai fondasi pembangunan jangka panjang yang rendah karbon.
Baca juga: Kepala OIKN sebut Nusantara dapat jadi kota nol emisi karbon pada 2045
“Kami menyadari bahwa transformasi menuju kota nol karbon membutuhkan waktu, konsistensi kebijakan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. Namun dengan kolaborasi yang kuat, Makassar mampu mengambil peran aktif dalam agenda global penanggulangan perubahan iklim,” jelasnya.
Sementara itu Konsulat Jepang untuk Makassar Ohashi Koichi menilai Makassar sebagai kota yang strategis untuk pengembangan kota pintar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
Ia mengapresiasi rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ASEAN-Japan dan kelompok usaha terkait kerja sama kendaraan listrik, termasuk rencana pendirian perusahaan patungan dan fasilitas perakitan lokal yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan SDM, serta penciptaan lapangan kerja.
“Kerja sama antar-kota yang didukung sektor swasta seperti ini merupakan implementasi nyata konsep Smart City. Kami berharap kolaborasi Makassar dan Yokohama dapat menjadi contoh bagi pengembangan kota berkelanjutan di kawasan ASEAN,” katanya.
Baca juga: Kadin berharap pemerintah kota buat peta jalan capai nol emisi karbon
Melalui lokakarya "Zero Carbon City Project with Focus on Transportation and Energy through City-to-City Collaboration between Makassar City and City of Yokohama", kedua kota tersebut berbagi pengalaman, teknologi, dan praktik terbaik, dalam merancang transformasi menuju kota rendah emisi.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Selasa, menyampaikan kolaborasi ini menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim dan dekarbonisasi perkotaan merupakan agenda global yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.
"Proyek ini dirancang sebagai program multi-tahun yang terstruktur dan berorientasi pada hasil nyata berupa penurunan emisi karbon yang terukur,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Makassar ingin adopsi program nol karbon Kota Maniwa Jepang
Munafri menjelaskan pada sektor transportasi, kerja sama akan mengkaji penerapan teknologi pengendalian lalu lintas secara real time maupun otonom untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta menekan emisi kendaraan bermotor.
Selain itu Pemkot Makassar mendorong pengembangan kendaraan listrik beserta infrastruktur pendukungnya, termasuk stasiun pengisian daya dan fasilitas sepeda listrik berbasis energi surya, khususnya di kawasan prioritas dekarbonisasi.
Sementara pada sektor energi, lanjutnya, proyek ini membuka peluang pengembangan energi terbarukan dan teknologi hemat energi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTSA) , pemanfaatan teknologi surya generasi baru, serta kajian pemanfaatan panas limbah industri.
Munafri menegaskan pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemkot Makassar untuk meningkatkan level energi bersih dan efisiensi energi, baik di sektor publik maupun swasta, sebagai fondasi pembangunan jangka panjang yang rendah karbon.
Baca juga: Kepala OIKN sebut Nusantara dapat jadi kota nol emisi karbon pada 2045
“Kami menyadari bahwa transformasi menuju kota nol karbon membutuhkan waktu, konsistensi kebijakan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. Namun dengan kolaborasi yang kuat, Makassar mampu mengambil peran aktif dalam agenda global penanggulangan perubahan iklim,” jelasnya.
Sementara itu Konsulat Jepang untuk Makassar Ohashi Koichi menilai Makassar sebagai kota yang strategis untuk pengembangan kota pintar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
Ia mengapresiasi rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ASEAN-Japan dan kelompok usaha terkait kerja sama kendaraan listrik, termasuk rencana pendirian perusahaan patungan dan fasilitas perakitan lokal yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan SDM, serta penciptaan lapangan kerja.
“Kerja sama antar-kota yang didukung sektor swasta seperti ini merupakan implementasi nyata konsep Smart City. Kami berharap kolaborasi Makassar dan Yokohama dapat menjadi contoh bagi pengembangan kota berkelanjutan di kawasan ASEAN,” katanya.
Baca juga: Kadin berharap pemerintah kota buat peta jalan capai nol emisi karbon





