Ada yang menjadi sorotan saat Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) Tom Barrack melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Turki Yasar Guler. Posisi duduk Barrack dikritik karena dianggap sedang cosplay bak 'gubernur kolonial.
Dilansir AFP, Selasa (20/1/2026), Barrack disorot karena duduk sendirian di posisi tengah saat pertemuan. Dia dikritik karena pertemuan itu berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan Turki di Ankara, ibu kota Turki.
Para pengkritik menuduh Barrack mengadopsi sikap bagaikan 'gubernur kolonial'. Mereka mempertanyakan susunan tempat duduk untuk Duta Besar AS, yang dianggap terlalu dominan.
Barrack, yang juga merupakan Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump untuk Suriah, menggelar pertemuan dengan Guler di Ankara pada Jumat (16/1) lalu.
Foto tersebut diunggap oleh Kemhan Turki. Dalam foto terlihat Barrack duduk sendirian di kursi tengah, sedangkan Guler dan jajaran komandan senior Turki, termasuk Kepala Staf militer Turki, duduk di sampingnya.
Foto itu ramai dibahas di media sosial, dengan dibanjiri kritikan yang menafsirkan foto tersebut mengindikasikan bahwa Duta Besar AS mendominasi suasana, menempatkan para pejabat Turki dalam posisi seperti bawahan.
"Apakah orang ini seorang Duta Besar atau seorang gubernur kolonial?" kritik salah satu anggota parlemen Turki, Luftu Turkkan, dari partai sayap kanan IYI, dalam pernyataan via media sosial X.
"Tidak ada yang berhak menggambarkan Turki dalam keadaan tidak berdaya seperti itu," tegasnya.
(lir/lir)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478859/original/052143600_1768953494-PHOTO-2026-01-20-17-52-53.jpg)


