Harga minyak mentah naik pada Selasa (20/1). Penghentian sementara produksi di ladang minyak Kazakhstan dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat dapat mendorong permintaan bahan bakar.
Investor juga terus memantau ancaman tarif Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk mengakuisisi Greenland.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka ditutup naik 98 sen, atau 1,53 persen menjadi USD 64,92 per barel. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk bulan Februari, yang berakhir pada hari Selasa, naik 90 sen, atau 1,51 persen menjadi USD 60,34.
Batu BaraHarga batu bara sedikit menguat pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan situs tradingeconomics, harga batu bara naik 0,78 persen dan berada di harga USD 109,95 per ton.
CPOAdapun harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) juga naik tipis pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan tradingeconomics, harga CPO naik 0,64 persen menjadi MYR 4.095 per ton.
NikelHarga nikel terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Selasa. Harga nikel berdasarkan tradingeconomics anjlok 2,12 persen menjadi USD 17.760 per ton.
TimahSementara itu, harga timah terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Selasa. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exhange (LME) menguat 0,31 persen dan menetap di USD 49.412 per ton.




