Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik rontok pada pembukaan perdagangan Rabu, 22 Januari 2026. Penurunan menyusul koreksi yang melanda indeks acuan di bursa Amerika Serikat (AS) imbas ancaman keras Presiden AS Donald Trump terkait Greenland.
Trump menggertak akan memberlakukan kebijaman tarif tambahan kepada negara-negara yang menolak pengalihan Greenland ke AS. Ia mengancam akan mengenakan tarif 200 persen atas produk wine dan sampanye asal Perancis menyusul laporan bahwa Presiden Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan Dewan Perdamaian yang diusulkan Trump.
Sebelumnya, Trump mengatakan ekspor dari delapan negara Eropa akan menghadapi tarif 10 persen mulai 1 Februari 2026. Persentasenya akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 apabila pembicaraan gagal AS atas gagal menguasai wilayah Denmark yang kaya mineral ini.
- White House
Dikutip dari CNBC Internasional, para pemimpin Eropa menyebut ancaman tarif tersebut tidak dapat diterima dan sedang mempertimbangkan langkah-langkah pembalasan. Perancis dikabarkan mendesak Uni Eropa untuk mengerahkan instrumen respons ekonomi terkuatnya yang dikenal sebagai Instrumen Anti-Koersi.
Panasnya tensi geopolitik menekan pergerakan indeks acuan di kawasan Asia dan Pasifik. Indeks S&P/ASX 200 di Australia merosot 0,32 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 amblas 1,28 persen. Sementara itu, indeksnTopix anjlol 1,09 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi terjun 1,09 persen. Sedangkan indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi tergerus 2,2 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada di terpantau melemah ke level 26.341 dari sebelumnga di posisi 26.487,51.
Koreksi tersebut menyusul penurunan tajam yang sebelumnya sudah melanda Wall Street. Bahkan, pelemahan ini menjadi terburuk dalam tiga bulan terakhir.
Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 870,74 poinatau 1,76 persen ke level 48.488,59. Indeks S&P 500 turun 2,06 persen menjadi 6.796,86.
Nasdaq Composite merosot 2,39 persen ditutup pada 22.954,32. Imbal hasil obligasi pemerintah AS justru menguat di tengab pelemahan dolar AS imbas ancaman Trump menyebabkan aksi jual di kalangan investor.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F21%2F422b6483233693ea9e6ec28ba32ba8c6-WhatsApp_Image_2026_01_21_at_11.10.13_2_.jpeg)
