Bursa Asia Keok! Ancaman Tarif Trump ke Eropa Tekan Pasar Global

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik rontok pada pembukaan perdagangan Rabu, 22 Januari 2026. Penurunan menyusul koreksi yang melanda indeks acuan di bursa Amerika Serikat (AS) imbas ancaman keras Presiden AS Donald Trump terkait Greenland.

Trump menggertak akan memberlakukan kebijaman tarif tambahan kepada negara-negara yang menolak pengalihan Greenland ke AS. Ia mengancam akan mengenakan tarif 200 persen atas produk wine dan sampanye asal Perancis menyusul laporan bahwa Presiden Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan Dewan Perdamaian yang diusulkan Trump.

Baca Juga :
Trump Pastikan Bahas Isu Greenland Depan Pemimpin Eropa di KTT Davos
Pasukan Denmark dalam Jumlah Besar Tiba di Greenland Buntut Ancaman Trump

Sebelumnya, Trump mengatakan ekspor dari delapan negara Eropa akan menghadapi tarif 10 persen mulai 1 Februari 2026. Persentasenya akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 apabila pembicaraan gagal AS atas gagal menguasai wilayah Denmark yang kaya mineral ini.

Presiden AS Donald Trump saat memaparkan operasi Absolute Resolve di Venezuela
Photo :
  • White House

Dikutip dari CNBC Internasional, para pemimpin Eropa menyebut ancaman tarif tersebut tidak dapat diterima dan sedang mempertimbangkan langkah-langkah pembalasan. Perancis dikabarkan mendesak Uni Eropa untuk mengerahkan instrumen respons ekonomi terkuatnya yang dikenal sebagai Instrumen Anti-Koersi.

Panasnya tensi geopolitik menekan pergerakan indeks acuan di kawasan Asia dan Pasifik. Indeks S&P/ASX 200 di Australia merosot 0,32 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 amblas 1,28 persen. Sementara itu, indeksnTopix anjlol 1,09 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi terjun 1,09 persen. Sedangkan indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi tergerus 2,2 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada di terpantau melemah ke level 26.341 dari sebelumnga di posisi 26.487,51.

Koreksi tersebut menyusul penurunan tajam yang sebelumnya sudah melanda Wall Street. Bahkan, pelemahan ini menjadi terburuk dalam tiga bulan terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 870,74 poinatau 1,76 persen ke level 48.488,59. Indeks S&P 500 turun 2,06 persen menjadi 6.796,86. 

Nasdaq Composite merosot 2,39 persen ditutup pada 22.954,32. Imbal hasil obligasi pemerintah AS justru menguat di tengab pelemahan dolar AS imbas ancaman Trump menyebabkan aksi jual di kalangan investor.

Baca Juga :
Ancaman Tarif Trump ke Eropa Guncang Dunia, Harga Emas Cetak Rekor Nyaris Rp80 Juta per Ons
Purbaya Pede Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok Hasilkan Triliunan ke Kas Negara
Trump Ancam Naikkan Tarif Wine Prancis 200 Persen Jika Macron Tolak Gabung Dewan Perdamaian

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bak "Ninja Warrior", Trotoar Rasuna Said Timur Jadi Rintangan Harian Menuju Kantor
• 37 menit lalukompas.com
thumb
Mengapa Setiap Prabowo ke Downing Street Selalu Bertemu Larry the Cat?
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Protes di Iran Tewaskan 500 Orang, Amerika Serikat Ikut Campur? Begini Kata Pakar HI & Mantan Dubes
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Jean-Philippe Mateta Ngamuk usai Gagal Gabung Juventus, Crystal Palace Kini Negosiasi dengan Aston Villa
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Evakuasi Korban Pesawat ATR di Jurang, TIM SAR Tertahan Hingga 30 Jam
• 8 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.