Soroti Dampak Beras Ilegal, Mentan: Ancaman Bagi Petani dan Motivasi Produksi

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa temuan 1.000 ton beras ilegal dalam sidak di Tanjung Balai Karimun pada 19 Januari 2026 tidak hanya berkaitan dengan potensi kerugian negara secara langsung. 

Menurut Amran dampak yang ditimbulkan jauh lebih serius karena berpengaruh terhadap motivasi petani serta keberlanjutan sektor pertanian nasional.
 
“Dampak yang jauh lebih berbahaya adalah efek lanjutannya, petani menjadi demotivasi untuk berproduksi, serta meningkatnya risiko masuknya penyakit melalui komoditas ilegal. Dampak tersebut jauh melampaui nilai kerugian secara materi,” kata Amran, dikutip dari siaran persnya, Rabu, 21 Januari 2026.

Amran menjelaskan, sekitar 115 juta petani di Indonesia bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan. Di tengah kondisi produksi beras nasional yang saat ini surplus, masuknya beras ilegal berpotensi menekan harga gabah di tingkat petani.
 
“Kalau misalnya harga gabah turun Rp1.000 saja, petani yang punya satu hektare sawah bisa kehilangan sekitar Rp5 juta. Yang setengah hektare bisa kehilangan Rp2,5 juta. Yang sepertiga hektare bisa kehilangan Rp1,5 juta. Bagi petani, kehilangan Rp10 ribu, Rp50 ribu, bahkan Rp100 ribu itu sangat berarti,” ujarnya.

Selain dampak ekonomi, Amran juga menyoroti bahaya masuknya penyakit melalui komoditas ilegal. Ia mencontohkan kasus penyakit hewan di masa lalu yang menyebabkan populasi sapi nasional turun drastis hingga kehilangan sekitar 6 juta ekor, dengan potensi kerugian mencapai triliunan rupiah.

“Temuan bawang bombay ilegal sebelumnya saja juga membawa penyakit yang tidak ada di Indonesia. Hal ini yang perlu kita perhatikan. Kalau ini masuk ke tanaman pangan kita, risikonya sangat besar. Karena itu semua komoditas harus melalui prosedur resmi, karantina, dan mekanisme perpajakan yang jelas,” ucapnya.

Amran menilai praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani. 

“Ini pengkhianatan terhadap petani. Tidak ada kemanusiaannya, tidak cinta Merah Putih. Karena itu kami minta diberi sanksi berat, jangan diberi ampun. Barangnya harus dimusnahkan dan tidak boleh beredar,” tegasnya.

Ke depan, Amran menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak untuk memperketat pengawasan, memastikan prosedur karantina dijalankan, serta mencegah dampak lanjutan berupa penyakit dan melemahnya semangat petani.

“Yang kita jaga bukan hanya angka, tapi masa depan petani dan ketahanan pangan bangsa,” tuturnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump : Negara yang Tidak Menyetujui Rencana Greenland Bisa Dikenai Tarif
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
Link Live Streaming Bodo/Glimt vs Man City, Kick-off Jam 00:45 WIB
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Arbani Yasiz Putar Otak Bagi Waktu Syuting dan Quality Time dengan Istri
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Macron bantah klaim Trump soal rencana pertemuan G7 di Paris
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Tangis Warga Pemilik Lahan di Bungah Industrial Park Pecah saat Mengadu ke DPRD Gresik
• 19 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.