Kantongi Rp88,50 Triliun, Gubernur Jateng Pede Jadi Marketing Investasi

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Realisasi investasi Jawa Tengah (Jateng) sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai angka Rp88,50 triliun. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik capaian tersebut.

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi itu terdiri atas Rp50,86 triliun Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp37,64 triliun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa wilayahnya semakin dipercaya oleh investor baik dalam maupun luar negeri.

Realisasi investasi hingga puluhan triliun itu juga menjadi keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan iklim investasi yang aman, mudah, dan kompetitif.

"Kami berkomitmen menjadi manajer marketing investasi yang menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah," ucap Ahmad Luthfi, Selasa (20/1/2026).

Luthfi menyampaikan bahwa dari Rp88,50 triliun investasi yang berhasil direalisasikan sepanjang tahun 2025, ada 105.078 proyek yang mampu dijalankan. Adapun serapan tenaga kerja dilaporkan mencapai angka 418.138 orang.

Baca Juga

  • Wasturi Menggantungkan Mimpi di Kopi Curug Genting
  • Didemo Eks Buruh Sritex, PN Semarang Siap Evaluasi Tim Kurator
  • Eks Buruh Sritex Demo ke PN Semarang Minta Tim Kurator Diganti

Sebelumnya, pada 2024, realisasi investasi di Jawa Tengah berada di angka Rp68,67 triliun. Luthfi menyebut, peningkatan sebesar Rp19,83 triliun atau 28,88% pada tahun 2025 tak lepas dari upaya percepatan perizinan, penguatan kawasan industri, serta stabilitas daerah yang terus dipertahankan pemerintah daerah.

"Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi dan memastikan proyek berjalan tepat waktu," ujar Luthfi.

Sakina Rosellasari, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Batang, serta Kabupaten Semarang menjadi 5 daerah dengan andil realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah sepanjang 2025.

"Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja," kata dia.

Adapun sektor usaha industri pengolahan masih mendominasi arus investasi ke Jawa Tengah. Sakina menyebut, industri barang dari kulit dan alas kaki tercatat mendatangkan realisasi investasi sebesar Rp11,37 triliun.

Dilanjutkan dengan industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi dengan Rp9,70 triliun, juga industri karet dan plastik sebesar Rp8,96 triliun.

Sakina menuturkan bahwa dominasi sektor manufaktur tersebut semakin memperkuat posisi Jawa Tengah di tingkat nasional.

"Ini sejalan dengan strategi kami mendorong hilirisasi dan industri padat karya. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, realisasi investasi sektor Usaha Kecil dan Mikro (UMK) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai Rp22,143 triliun yang terdiri dari investasi Usaha Kecil sebesar Rp 7,929 triliun dan Usaha Mikro Rp 14,214 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 12% dibandingkan 2024, di mana realisasi investasi UMK tercatat sebesar Rp21,52 triliun.

Sakina menegaskan bahwa pihaknya akan menjaga capaian positif tersebut dengan terus menjaga kepercayaan investor, baik asing maupun domestik.

"Kami pastikan stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas sektor tetap terjaga. Target kami, Jawa Tengah menjadi gerbang investasi utama di Indonesia," ucap dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Touring Ariel Noah Penuh Warna: Engkol Vespa Patah, Bensin Habis
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Tembus 461 Juta Orang di 2025, Melonjak 16,65 Persen
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Saling Balas! KPU Vs Bonjowi soal Salinan Ijazah Jokowi Pernah Ditampilkan di Website
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenhut Targetkan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis 12 Juta Hektare hingga 2034
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Dedi Mulyadi Ingin Cek Tambang di Margaasih yang Dinilai Berpotensi Bencana, sang Gubernur Beri Pernyataan Tegas Ini
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.