MAKASSAR, FAJAR – PSM Makassar telah melalui masa banned. Suporter berharap itu menjadi sanksi terakhir dari induk sepak bola.
Sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada PSM Makassar resmi dicabut. Hal itu terlihat dalam situs FIFA Band, tidak ada lagi nama PSM Makassar yang tercantum di sana.
Merespons hal ini, para suporter berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebab, jika terjadi dan sulit diatasi, maka bisa mengganggu stabilitas tim. Apalagi, PSM punya misi memperbaiki posisi pada putaran kedua Super League nanti.
Menteri Luar Negeri Red Gank, Muhammad Alfajri menyampaikan, banned sebenarnya tidak boleh terjadi. Apalagi, PSM Makassar sudah berulang kali menemui masalah yang sama, bahkan hampir setiap tahun.
“Sebenarnya ini, kan, tidak boleh terjadi, apalagi kalau hanya berkutat masalah laporan tunggakan gaji pemain dan pelatih. Karena PSM hampir setiap tahun mengalami hal ini, hampir langganan,” ujarnya kepada FAJAR, Selasa, 20 Januari 2026.
Selaku kelompok suporter, pihaknya bersyukur atas pencabutan sanksi ini. Itu artinya, PSM sudah bisa mendatangkan dan mendaftarkan pemain baru untuk putaran kedua mendatang.
Alfajri memberi catatan khusus. Jika memang PSM mendatangkan pemain baru, maka sebaiknya memiliki kualitas yang bagus. Terlebih lagi jika itu berstatus sebagai pemain asing.
“Seharusnya, sih, yang kualitasnya lebih baik, apalagi kalau itu pemain asing. Karena untuk apa juga mendatangkan pemain kalau kualitasnya di bawah pemain yang ada sekarang,” ungkapnya.
Kewajiban
Sementara Anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas menilai, pencabutan sanksi ini seharusnya tidak ditanggapi dengan berlebihan. Hal itu sudah menjadi kewajiban manajemen untuk mengupayakan pencabutan sanksinya.
“Ini bukan prestasi atau hal yang wah, tetapi memang kewajiban. Karena kalau tim disanksi, maka manajemen wajib untuk mengupayakan pencabutan sanksi itu,” kata dia.
Dia berharap, sanksi banned tidak lagi menerpa PSM Makassar. Jika terus terjadi, hal ini bisa memberikan citra buruk kepada tim, padahal PSM merupakan klub yang punya sejarah panjang dengan berbagai capaian prestasi.
“PSM ini klub besar, klub bersejarah. Prestasinya juga banyak, baik di kancah lokal mau pun internasional. jadi sebaiknya hal-hal begini tidak terjadi, supaya citra klub tidak rusak,” harapnya.
Langganan
FIFA mengeluarkan banned bagi PSM Makassar sejak 9 Januari 2026. Manajemen PSM Makassar belum memberikan keterangan terkait dengan penyebab banned itu.
Akan tetapi, penyebabnya diduga masih berkaitan dengan gaji pemain maupun mantan pelatihnya, Bernardo Tavares, yang sebelumnya memutuskan hengkang karena alasan gaji dan bonus yang tidak kunjung diselesaikan.
Banned awal tahun ini juga menjadi banned kedua PSM dalam kurun lima bulan terakhir, sekaligus menjadi klub sepak bola Indonesia pertama yang mendapat sanksi FIFA pada 2026.
Sebelumnya, PSM dikenakan sanksi larangan mendaftarkan pemain pada 8 Oktober 2025. Itu sebabnya, sejumlah pemain anyar PSM baru bisa dimainkan semuanya pada saat kompetisi sudah berjalan lima pertandingan.
Yang terakhir, Pasukan Ramang mendapatkan sanksi yang sama, larangan mendaftarkan pemain baru, pada Januari 2026. Kondisi ini sempat membuat suporter waswas lantaran jeda musim merupakan kesempatan membeli pemain baru. (wid/zuk)




