Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Pangandaran
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Monumen Panser Saladin yang berada di Bundaran Alun-Alun Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa, 20 Januari 2026. Monumen tersebut dihadirkan sebagai ruang publik bernilai sejarah yang diharapkan dapat memperkuat semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
Dalam peresmian tersebut, Panglima TNI menekankan pentingnya menghadirkan simbol-simbol sejarah perjuangan bangsa di ruang publik agar dapat dikenal dan dipahami oleh generasi muda.
“Monumen ini bukan sekadar pajangan, tetapi menjadi pengingat sejarah perjalanan alutsista TNI dan perjuangan bangsa dalam menjaga kedaulatan negara,” ujar Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam keterangan yang dikutip, Rabu (21/1/2026).
Monumen Panser Saladin ditempatkan di kawasan strategis Alun-Alun Cijulang yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain mudah diakses warga, lokasinya yang berada di jalur utama menuju kawasan wisata Batukaras dinilai memiliki nilai strategis sebagai penanda kawasan sekaligus sarana edukasi sejarah.
Panglima TNI berharap keberadaan monumen ini dapat menjadi media pembelajaran yang terbuka bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengambil nilai-nilai perjuangan dan pengabdian dari monumen ini, sehingga semangat nasionalisme terus tumbuh,” katanya.
Peresmian monumen tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga menilai Monumen Panser Saladin tidak hanya mempercantik kawasan Cijulang, tetapi juga memperkuat identitas daerah yang memiliki nilai sejarah dan kebangsaan.
Kehadiran Monumen Panser Saladin menjadi bagian dari upaya TNI dalam merawat warisan sejarah pertahanan negara melalui ruang publik. Monumen ini diharapkan dapat menjadi simbol pengabdian TNI sekaligus sarana edukasi yang mendekatkan masyarakat dengan perjalanan sejarah bangsa.
Editor: Redaktur TVRINews




