VIVA – Pelatih Timnas Vietnam U-23, Kim Sang Sik, mengaku tidak puas dengan penampilan anak asuhnya setelah kalah dari China pada babak semifinal Piala Asia U-23 2026.
Kekalahan tersebut membuat Kim Sang Sik gagal mengulang pencapaian pendahulunya, Park Hang Seo, yang pernah membawa Vietnam melaju hingga partai final turnamen yang sama.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai persiapan tim sejatinya sudah dilakukan dengan baik. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai rencana, terutama pada babak pertama.
“Saya tidak puas dengan tekanan dan operan-operan para pemain pada babak pertama,” kata Kim Sang Sik, dikutip dari VNExpress.
Pada laga tersebut, Vietnam dan China bermain imbang tanpa gol di babak pertama. Namun, China tampil lebih efektif selepas jeda dan mencetak gol pembuka pada menit ke-47 melalui Peng Xiao. Lima menit berselang, Xiang Yuwang menggandakan keunggulan China menjadi 2-0.
Situasi Vietnam semakin sulit setelah Pham Ly Duc diganjar kartu merah pada menit ke-74 akibat pelanggaran keras terhadap pemain lawan. Bermain dengan 10 orang, Vietnam kembali kebobolan satu gol pada masa injury time.
“Pada babak kedua kami berencana mengubah jalannya pertandingan, tetapi kekurangan pemain dan kurang konsentrasi dalam situasi bola mati membuat kami tertinggal,” ujar Kim Sang Sik.
Ia mengakui China tampil lebih solid dan layak melangkah ke partai final Piala Asia U-23 2026. Meski demikian, Kim tetap memberikan apresiasi kepada Khuat Van Khang dan rekan-rekannya yang mampu menembus semifinal.
Vietnam U-23 selanjutnya akan menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan Korea Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Saya pikir kami mencoba merespons perubahan permainan China. Kegagalan hari ini adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih,” ucapnya.
Kim Sang Sik juga menyinggung karakter permainan Vietnam yang kerap berhadapan dengan tim-tim berpostur dan berfisik lebih kuat.
“Vietnam sering menghadapi lawan dengan kekuatan fisik yang lebih baik. Secara individu kami tidak terlalu menonjol, tetapi ketika semangat tim kuat dan para pemain bersatu, itulah yang membuat kami bisa melangkah jauh,” tutup Kim.




