Bursa AS Anjlok, Ancaman Tarif Trump Picu Aksi Jual Besar-besaran

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah tajam pada Selasa (20/1). Ia mencatat penurunan satu hari terbesar dalam tiga bulan terakhir, di tengah aksi jual luas yang dipicu kekhawatiran atas ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dilansir dari Reuters, Rabu (21/1), S&P 500 turun 2,06% ke 6.796,86. Nasdaq Composite melemah 2,39% ke 22.954,32. Sementara Dow Jones Industrial Average merosot 1,76% ke 48.488,59.

Baca Juga: Bursa Asia Tertekan, Investor Cemas Soal Ancaman Tarif Trump

Aksi penghindaran risiko terjadi secara luas di pasar keuangan. Harga emas melonjak ke rekor tertinggi baru, sementara imbal hasil obligasi pemerintah meningkat seiring tekanan jual kembali melanda Treasury AS.

Perdagangan Selasa menjadi kesempatan pertama bagi investor untuk merespons pernyataan dari Trump. Ia itu menyusul ditutupnya pasar tutup pada perdagangan sebelumnya karena libur Martin Luther King Jr. Day.

Trump mengatakan tarif impor tambahan sebesar sepuluh persen akan diberlakukan terhadap barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia dan Inggris. Negara-negara tersebut sebelumnya sudah dikenakan tarif oleh Amerika Serikat.

Trump juga menyatakan tarif tersebut akan dinaikkan menjadi dua puluh lima persen dan akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan yang memungkinkan dirinya membeli Greenland. Namun, Greenland dan Denmark menegaskan bahwa wilayah tersebut tidak untuk dijual.

Kembalinya ancaman tarif ke pasar global mengingatkan investor pada peristiwa Liberation Day. Hal itu ketika kebijakan tarif terhadap mitra dagang global mendorong indeks saham mendekati wilayah pasar bearish.

Meski sentimen investor tertekan, pelaku pasar masih menyoroti isu dari Greenland. Mereka tengah menimbang apakah itu terkait hanya memicu aksi jual sesaat atau berpotensi membawa dampak jangka panjang bagi pasar saham.

Managing Partner Harris Financial Group, Jamie Cox mengatakan ia belum melihat tanda-tanda investor meninggalkan pasar secara besar-besaran.

Baca Juga: Bursa Eropa Tertekan Ancaman Tarif Trump Soal Greenland

“Saya belum sampai pada kesimpulan bahwa isu itu dan kembalinya ancaman tarif ini akan memicu koreksi pasar saham,” kata Cox.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara NORAD Dikerahkan ke Greenland
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Lemdiklat Polri Buka Sespimti Dikreg Ke-35 dan Sespimmen Dikreg Ke-66
• 20 jam laludetik.com
thumb
Hati-Hati! 4 Zodiak Pria Ini Paling Sering Dicap Narsistik
• 21 jam laluinsertlive.com
thumb
Trump Tolak Ajakan Macron Gelar KTT G7 Darurat di Paris
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pasang Target Realistis, Moh Zaki Ubaidillah Incar Perempat Final di Indonesia Masters 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.