EtIndonesia. Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) baru saja mengumumkan melalui platform media sosial X bahwa beberapa pesawat militer AS akan ditempatkan di Pangkalan Antariksa Pituffik di Greenland. NORAD menyatakan bahwa ini merupakan operasi berskala besar yang telah lama dipersiapkan, dengan fokus pada pertahanan udara Amerika Utara.
Operasi ini tidak hanya melibatkan Amerika Serikat dan Kanada, tetapi juga dilakukan melalui kerja sama mendalam dengan Kerajaan Denmark. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kemampuan operasi terdistribusi yang berkelanjutan di tiga wilayah utama: Alaska, Kanada, dan wilayah daratan Amerika Serikat.
Militer AS menegaskan bahwa seluruh operasi telah memperoleh izin diplomatik dan telah diberitahukan kepada pemerintah Greenland. Di tengah semakin pentingnya posisi strategis Arktik, langkah ini memiliki makna simbolis yang sangat kuat.
Saat ini, situasi global terus memanas, dan lingkar pertahanan udara Amerika Utara semakin diperluas ke arah utara. Presiden AS Donald Trump terus menyuarakan bahwa demi “keamanan nasional”, Amerika Serikat perlu membeli Pulau Greenland. Analisis laporan terbaru menunjukkan bahwa Eropa, yang kini menghadapi tarif baru sebesar 10% yang diberlakukan Trump, cenderung memilih jalur negosiasi dan kemungkinan melakukan kompromi.
Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD)
Merupakan komando operasi gabungan yang dijalankan bersama oleh Amerika Serikat dan Kanada, dengan tugas melindungi kedaulatan wilayah udara dan perairan Amerika Utara.
Pangkalan Antariksa Pituffik (Pituffik Space Base)
Fasilitas militer AS yang terletak paling utara di dunia, dan merupakan bagian kunci dari sistem peringatan dini rudal balistik Amerika Utara, sangat penting bagi pemantauan militer di kawasan Arktik.
Greenland
Terletak di antara Samudra Arktik dan Samudra Atlantik, merupakan zona penyangga dan jalur strategis penting di kawasan Arktik. Dalam beberapa tahun terakhir, kepentingan geopolitiknya meningkat pesat. (Hui)




