RI-Inggris Sepakati Kemitraan Strategis Baru, 1.500 Kapal Ikan Bakal Dibangun

kompas.id
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyepakati kemitraan strategis baru Indonesia dan Inggris. Salah satu kemitraan strategis yang diperkuat di bidang maritim. Sebanyak 1.500 kapal nelayan untuk desa-desa nelayan akan dibangun dalam kerja sama ini.

Presiden Prabowo bertemu dengan PM Starmer di Kantor PM Inggris, London, Selasa (20/1/2026). Setibanya di Downing Street 10, Presiden Prabowo disambut secara langsung oleh PM Starmer. Keduanya kemudian berfoto bersama sebelum menuju White Room untuk menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête).

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Inggris pada kunjungan kerjanya kali ini. Dia juga mengungkapkan telah melakukan sejumlah pertemuan penting, termasuk membahas penguatan kerja sama maritim kedua negara.

“Saya bertemu dengan CEO Babcock. Kami sangat senang untuk melanjutkan kemitraan maritim ini. Saya pikir ini akan sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Saya rasa ini akan menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi maritim kita,” katanya dalam sesi yang terbuka untuk media.

Presiden Prabowo juga menceritakan pertemuannya dengan sejumlah pihak di Inggris. “Hari ini, saya akan mengadakan diskusi lagi dengan para pemimpin bisnis dari Inggris. Juga dengan para pemimpin dari kelompok universitas Russell Group,” ujarnya.

PM Starmer menilai kunjungan Presiden Prabowo mencerminkan kemajuan pesat hubungan kedua negara, khususnya setelah tercapainya kemitraan strategis. Terkait kerja sama maritim Indonesia-Inggris, PM Starmer menilai kerja sama tersebut memberikan manfaat nyata bagi negaranya, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja.

“Terima kasih juga atas perjanjian maritim yang telah kita tandatangani, meskipun secara virtual di G20. Dan itu diukur dari banyak sekali lapangan pekerjaan yang benar-benar penting bagi Inggris,” ucap Starmer.

Seusai pertemuan empat mata, Presiden Prabowo dan PM Starmer memimpin delegasi masing-masing dalam pertemuan bilateral. Pada pertemuan ini, pembahasan yang dilakukan terkait dengan langkah-langkah konkret untuk mengimplementasikan berbagai kesepakatan dan memperluas kerja sama bilateral.

Baca JugaPresiden Prabowo di London, Kerja Sama Maritim dan Konservasi Gajah Jadi Fokus

Dalam keterangannya di Lancaster House, London, Selasa, Presiden menyebut Inggris merupakan mitra penting dengan kekuatan di bidang teknologi dan keuangan. “Kita memandang UK, Inggris, sebagai partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan yang sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia,” ucapnya.

Menurut Presiden, kemitraan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh manfaat dari transfer teknologi dan kemampuan keuangan Inggris. “Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,” lanjutnya.

Dalam kerja sama strategis di bidang maritim, Presiden menyampaikan bahwa Inggris akan mendukung rencana Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal ikan, serta memperbaiki desa-desa nelayan. Penguatan sektor maritim ini, menurut Presiden, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperbaiki konsumsi protein masyarakat.

“Ini sangat strategis bagi kita. Ini sangat akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kita khususnya di bidang maritim,” kata Presiden.

Pembangunan kemaritiman dinilai perlu karena tiga perempat wilayah Indonesia adalah laut. Namun ironisnya, konsumsi protein masyarakat Indonesia masih rendah. Pembangunan kemaritiman ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperbaiki asupan protein masyarakat.

Sejauh ini, Indonesia-Inggris sudah mengegolkan kesepakatan maritim senilai 4 miliar poundsterling di akhir 2025. Rencananya, Babcock akan mengembangkan kapabilitas TNI Angkatan Laut Indonesia, membangun kapal nelayan, dan memperkuat industri maritim nasional termasuk bekerja sama dengan PT PAL Indonesia untuk membangun fregat. Dalam kesepakatan ini, rencananya akan dibangun sekitar seribu kapal nelayan.

Keir Starmer dalam tulisan opininya di Kompas (23/11/2025) menyebut Program Kemitraan Maritim ini sebagai inisiatif baru yang bersejarah dan menjadi pencapaian besar bagi kedua belah pihak.

“Melalui kemitraan ini, perusahaan terkemuka Inggris, Babcock, akan membantu mengembangkan fregat untuk Angkatan Laut Indonesia, dan bersama-sama kita juga akan membangun kapal-kapal baru untuk industri perikanan Indonesia. Inisiatif ini akan mendukung lebih dari 1.000 lapangan kerja berkualitas di Inggris, serta ribuan lainnya di Indonesia,” tulis Starmer dalam opininya.

Dia pun menilai, program bernilai miliaran poundsterling ini akan menguntungkan kedua negara.

Baca JugaNelayan dan Kebijakan Deliberatif
Kelanjutan 2024

Kemitraan strategis baru antara Indonesia dan Inggris merupakan tindak lanjut dari Joint Statement on a New Strategic Partnership between the Republic of Indonesia and the United Kingdom yang telah disepakati oleh kedua pemimpin pada 2024.

Dalam kemitraan strategis baru ini, empat pilar utama bertumpu pada penguatan pertumbuhan ekonomi; kerja sama di bidang iklim, energi, dan alam; peningkatan pertahanan dan keamanan; serta pengembangan manusia dan masyarakat. Melalui empat pilar ini, Indonesia dan Inggris berkomitmen membangun kemitraan yang inklusif, berkelanjutan, dan strategis, sekaligus memperkokoh posisi kedua negara sebagai mitra utama di kawasan dan di tingkat global.

Kemitraan pertumbuhan ekonomi

Sehari sebelumnya, Senin (19/1/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan dan Bisnis Inggris Peter Kyle menandatangani Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Inggris (UK-Indonesia Economic Growth Partnership).

Situs Pemerintah Inggris gov.uk menyebutkan kemitraan ini akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dan menyiapkan pengaturan ekonomi yang lebih komprehensif di masa depan. Adapun area kerja sama mencakup energi bersih, kesehatan, layanan bisnis profesional, layanan keuangan, ekonomi digital, infrastruktur dan transportasi, pendidikan, agrikultur pangan dan minuman, perdagangan dan investasi, ketangguhan rantai pasok, kompetisi yang terbuka dan adil termasuk pada BUMN, serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.

Forum Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi juga dibentuk untuk memantau dan mengevaluasi aktivitas kerja sama di berbagai sektor, mendiskusikan promosi tertentu, investasi, dan kesempatan ekspor dengan mengatasi berbagai hambatan, mengevaluasi kemitraan secara berkala, berkonsultasi dan berkoordinasi, membangun kelompok kerja di area kerja sama tertentu bila diperlukan. Forum akan dipimpin para menteri secara bergilir.

Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menyebut perjanjian bersejarah ini akan membawa hubungan perdagangan Inggris-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. “Melalui kemitraan ini, kedua negara akan bekerja sama untuk mengatasi hambatan non-tarif, mendukung para pelaku ekspor, dan mendorong investasi dua arah yang lebih besar, untuk menciptakan peluang baru bagi dunia usaha dan memberikan manfaat bagi perekonomian kedua negara,” tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kisah Produk Pempek Halal Ini Sukses Tembus Pasar Internasional
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bupati Pati-Walkot Madiun Ditahan, Kemendagri Pastikan Pemerintahan Tetap Jalan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bandung: Mulai Besok! Megawati Hangestri Cs Siap Kerja Rodi
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejagung-KPK Usut Dugaan Korupsi atas Terbitnya HGU PT SGC di Lahan Kemhan
• 2 jam laludetik.com
thumb
Meksiko Tawarkan Bantuan ke Guatemala untuk Atasi Krisis Keamanan
• 16 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.