Legislator PKS Soroti Tiket Pesawat Domestik Mahal, Minta Evaluasi Harga

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Saadiah Uluputty menyoroti mahalnya tiket penerbangan domestik yang dinilai membebani masyarakat. Ia mendorong pemerintah segera mengevaluasi kebijakan tarif dan biaya penerbangan.

Kondisi ini bisa menghambat konektivitas antar wilayah, padahal transportasi udara jadi penopang mobilitas nasional, khususnya di daerah kepulauan dan tertinggal.

Saadiah menilai tingginya harga tiket pesawat domestik sudah menjadi keluhan publik yang berulang, bahkan dalam beberapa kasus lebih mahal dibandingkan penerbangan internasional dengan jarak tempuh yang relatif dekat.

"Kondisi ini tentu tidak ideal. Penerbangan domestik seharusnya menjadi sarana pemersatu bangsa, bukan justru menjadi moda transportasi yang sulit dijangkau oleh masyarakat luas," ujar Saadiah dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Ia menilai mahalnya tiket domestik dipengaruhi faktor struktural, seperti harga avtur tinggi, beban pajak, dan biaya perawatan pesawat yang masih bergantung impor. Karena itu, ia mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh.

"Biaya avtur yang tinggi, pengenaan PPN pada tiket dan bahan bakar penerbangan domestik, serta mahalnya biaya maintenance karena komponen impor, semuanya berkontribusi pada harga tiket yang akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat," jelasnya.

Saadiah menekankan pentingnya transportasi udara sebagai penggerak akses ekonomi, pariwisata, distribusi barang-jasa, dan pemerataan pembangunan. Karena itu, ia menilai kebijakan tarif penerbangan harus dipandang bukan hanya dari sisi bisnis, tetapi juga sebagai layanan publik yang adil secara sosial.

"Bagi banyak daerah, terutama di Indonesia Timur dan wilayah kepulauan, pesawat bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan utama. Ketika tiket mahal, maka akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi juga ikut terhambat," tegasnya.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang fokus pada infrastruktur dan transportasi, Saadiah mendorong pemerintah menyesuaikan kebijakan dengan mengevaluasi tarif batas atas-bawah serta meninjau kembali beban fiskal yang membebani penerbangan domestik.

Menutup pernyataannya, Saadiah berharap ada langkah konkret agar harga tiket pesawat domestik bisa lebih terjangkau dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Ia berharap pemerintah menyesuaikan harga tiket penerbangan domestik agar lebih terjangkau. Menurutnya, penerbangan dalam negeri memberi manfaat besar bagi konektivitas, pariwisata, dan ekonomi daerah.

"Sudah saatnya akses udara menjadi lebih adil dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Saaidah.




(ega/ega)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Masters 2026: Leo/Bagas Menang, Ganda Putra Pastikan Duel Sesama Wakil Tuan Rumah
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Video: Prancis Tolak Ajakan AS Untuk Gabung Dewan Perdamaian Gaza
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Periksa Bupati Pati Sudewo di Kudus, Ini Alasannya!
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
BTS Siapkan Konser Gratis di Gwanghwamun Square untuk Comeback Formasi Lengkap
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
OTT Kepala Daerah Beruntun, DPR Ingatkan Bahaya Rusaknya Birokrasi Daerah
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.