Jakarta, VIVA – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM bersama Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia serta Shell Indonesia, berkolaborasi untuk mengusung inisiatif-inisiatif terbaik di sektor pertambangan minerba, yang menjunjung tinggi prinsip inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan.
Sebagai implementasinya, mereka pun menggelar malam puncak ajang penghargaan MineXcellence 2025, untuk mendorong transformasi sektor pertambangan agar semakin adaptif terhadap tantangan sosial, lingkungan, dan transisi energi nasional.
Sekretaris Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita menegaskan, kolaborasi seperti ini penting untuk mendorong percepatan kebijakan Good Mining Practice.
"Melalui kompetisi seperti MineXcellence, kita bisa melihat potensi luar biasa dari pelaku industri dalam berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan," kata Siti dalam keterangannya, Rabu, 21 Januari 2026
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Sebagai bentuk apresiasi, ajang penghargaan nasional MineXcellence 2025 resmi mencapai puncaknya melalui Malam Penganugerahan yang digelar di Jakarta. Malam apresiasi ini menutup serangkaian kegiatan kolaboratif, yang telah berlangsung sepanjang tahun 2025.
Rangkaian MineXcellence 2025 dibuka dengan Forum Eksklusif MineXcellence pada 9 Juli 2025 di Jakarta, yang menghadirkan dialog antara regulator, pelaku industri, dan akademisi. Forum ini memperkuat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berorientasi masa depan.
Setelah melalui tahap seleksi proposal, verifikasi, hingga sesi presentasi langsung di hadapan dewan juri independen, sebanyak tujuh perusahaan mempresentasikan delapan inisiatif unggulan yang terseleksi dalam empat kategori utama.
Antara lain yaitu Inovasi & Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang yang diikuti oleh PT Adaro Indonesia dan PT Trimegah Bangun Persada (Harita Nickel); dan Pemberdayaan Komunitas Lokal sebagai Tenaga Kerja Tambang oleh PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) dan PT Trimegah Bangun Persada.
Lalu ada pula Transformasi Energi Terbarukan & Dekarbonisasi yang diwakili oleh PT Berau Coal serta PT Putra Perkasa Abadi – Site PT Borneo Indobara; serta Efisiensi Operasional & Manajemen Sumber Daya yang diikuti oleh PT ANTAM Tbk dan PT Putra Perkasa Abadi.
Dewan juri terdiri dari lima tokoh lintas sektor, yakni Rudhy Hendarto (Inspektur Tambang Ditjen Minerba Kementerian ESDM), Dr. Pantjanita Novi Hartami (Universitas Trisakti), Hendra Sinadia (Indonesian Mining Association), Aditya Pratama (APBI–ICMA), dan Andi Erwin Syarif (PERHAPI).




